TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan keprihatinan atas Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini.
Tito Karnavia prihatin karena para kepala daerah sebenarnya telah diberikan pembekalan menghindari praktik praktik korupsi.
“Ya saya prihatin karena kepala daerah sudah kita berikan retret, kemudian pembekalan awal,” kata Tito di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (20/7/2026).
Menurut Tito Kepala Daerah juga telah dibuatkan sistem keuangan yang lebih transparan. Mereka juga telah mendapatkan arahan langsung dari Presiden untuk untuk tidak melakukan korupsi.
“Kemudian juga pembinaan pembinaan telah dilakukan, pernah dikumpulkan juga oleh bapak presiden di sentul, masih terjadi juga,” katanya.
Menurut Tito pemerintah tidak bisa sepenuhnya mengendalikan tindakan setiap kepala daerah. Menurut Tito para Kepala Daerah dipilih langsung oleh rakyat, dan masing masing orang memiliki integritas berbeda.
“Kembali ke integritas masing-masing orang,” katanya.
Tito berharap dengan peristiwa penangkapan kepala daerah yang diduga melakukan korupsi, termasuk yang menimpa Bupati Lombok Barat, maka para kepala daerah lainnya bisa introspeksi diri.
“Jadi saya berharap dengan adanya OTT OTT kepala daerah seperti termasuk Lombok ini, kepala daerah lainnya agar semua mawas diri melakukan introspeksi, jangan sampai melakukan pelanggaran apalagi tindak pidana korupsi,” pungkas mantan Kapolda Metro Jaya ini.
Baca juga: Asal Partai 16 Kepala Daerah Era Prabowo yang Tersandung Kasus Korupsi, Terbaru Bupati Lombok Barat
KPKmenduga bupati menerima duit haram berkaitan dengan sejumlah proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
Dalam operasi senyap tersebut, KPK mengamankan barang bukti berupa uang tunai pecahan rupiah bernilai ratusan juta serta beberapa dokumen penting.
KPK mengamankan total 19 orang di berbagai lokasi, termasuk Lalu Ahmad Zaini yang tim jemput secara langsung di rumah dinasnya pada pagi hari.
Penangkapan ini berlangsung tak lama setelah bupati menghabiskan malam menonton bareng laga final Piala Dunia hingga menjelang waktu subuh.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan langkah tim KPK yang mengamankan belasan orang tersebut.
Baca juga: Bupati Lombok Barat Jadi Kepala Daerah ke-11 yang Terjaring OTT KPK Selama 2026, Berikut Daftarnya
Ia memastikan KPK terus mengusut tuntas dugaan rasuah yang melibatkan pejabat daerah ini.
"Benar, bahwa KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup yang kemudian terjadi peristiwa tertangkap tangan terhadap para terduga pelaku tindak pidana korupsi, di wilayah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat," ungkap Budi saat memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.
Budi menjelaskan bahwa petugas awalnya melakukan pemeriksaan intensif terhadap 19 orang itu di Mako Brimob Lombok Barat.
Setelah pemeriksaan awal selesai, KPK akhirnya membawa tujuh orang dari kelompok tersebut, termasuk Bupati Lalu Ahmad Zaini, terbang menggunakan pesawat ke Jakarta pada Senin malam.
Mereka akan menjalani pemeriksaan lanjutan di markas antirasuah.