TRIBUN-TIMUR.COM, BARRU - Siang tadi, Syamsir banyak melempar senyum.
Sesekali, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kabupaten Barru itu menghisap batang rokok class mild miliknya.
Setelah diisap, batang rokok diturunkan di asbak kaca bening.
Tidak hanya rokok, di mejanya juga terparkir cangkir keramik berisi kopi hitam. Masih penuh.
“Kalau pecinta Spanyol sejati, juara ini sudah diprediksi,” ucap lulusan Jurusan Politik Pemerintahan Universitas Hasanuddin tahun 1999 ini kepada TRIBUN-TIMUR.COM, Senin (20/7/2026) siang, saat ditemui di ruangan kerjanya.
Ruangan kerja Syamsir berada di Balai Latihan Kerja (BLK), Jalan Pasar Sentral, Sumpang Binangae, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru.
Jarak BLK ke Sekretariat ORADO 650 meter.
Kesukaan Syamsir terhadap Tim Nasional (Timnas) Spanyol dimulai ketika masih era Andrés Iniesta Luján dan Xavier Hernández Creus.
Pada pertandingan final Piala Dunia (Pildun) 2026 antara Spanyol vs Argentina, Syamsir Nonton Bareng (Nobar)di Sekretariat ORADO (Olahraga Domino Indonesia) Barru di Jalan Asoka, Kelurahan Tuwung, Kabupaten Barru.
“Setelah melihat kualitas layar kurang bagus, akhirnya saya bergeser pulang ke rumah. Nobar bersama keluarga,” kata mantan camat Pujananting periode 2008-2011 ini.
Syamsir dan istri sama-sama menjagokan Spanyol.
Sementara anak-anak mereka menjagokan timnas dari benua Eropa.
“Ada yang menjagokan Portugal, Inggris dan Norwegia,” kata pengguna sepatu ukuran 41 ini.
Pertandingan final Spanyol vs Argentina digelar di New Jersey Stadium dan berlangsung pukul 02.00 Wita.
Laga yang mempertemukan Messi dan Lamine Yamal itu bisa di tonton langsung melalu saluran TVRI selaku pemegang hak siar.
La Furia Roja memastikan gelar juara piala dunia 2026 setelah mengalahkan La Albiceleste 1-0.
Gol penentu kemenangan anak asuhan Luis de la Fuente dicetak oleh nomor punggung 7, Ferran Torres pada menit ke-106 di babak tambahan waktu.
Menurut Syamsir kunci kemenangan Lamine Yamal dan kawan-kawan adalah umpan cepat.
“Pelatih Spanyol memang menerapkan penguasaan bola,” ujar pengguna baju ukuran M ini.
Gaya bermain sepak bola yang mengandalkan penguasaan bola, pergerakan dinamis dan umpan-umpan pendek yang cepat serta akurat merupakan ciri gaya bermain sepak bola yang disebut sebagai Tiki-Taka.
Gaya ini berakar dari filosofi Total Football Belanda yang dikembangkan oleh Johan Cruyff.
Istilah "Tiki-Taka" dipopulerkan oleh penyiar Spanyol Andrés Montes selama Piala Dunia 2006.
Taktik ini disempurnakan oleh klub Barcelona dan tim nasional Spanyol pada akhir 2000-an hingga awal 2010-an.
“Karena Spanyol diperkuat 8 pemain Barcelona,” ucap pria yang menonton perhelatan Piala Dunia sejak tahun 1986 ini.
Selain itu, menurut Syamsir, pemain yang juga berperan penting dalam mengantarkan gelar juara kedua bagi Spanyol adalah Rodri.
Rodrigo Hernández Cascante meraih Golden Ball atau gelar pemain terbaik pada Pildun 2026.
“Dia mampu menjadi pemutus serangan (pemain Argentina),” kata Kadisnaker yang dilantik pada 23 Oktober 2025 tahun lalu itu.
Rodri mampu mengontrol permainan dilini tengah dan memberi umpan progresif.
Selain menjagokan Spanyol, Syamsir juga mengidolakan Marc Cucurella.
Penampilan terbaik sang idola ketika bermain melawan Prancis.
Syamsir bilang, permainan Prancis lebih bagus saat melawan Spanyol di semifinal ketimbang permainan Argentina di final.
Berdasarkan statistik akhir pertandingan, Spanyol melepaskan total 20 tembakan. 11 diantaranya tepat sasaran.
Sementara Argentina hanya mampu mencatatkan 3 tembakan tanpa satupun yang mengarah ke gawang.
Pada partai final ini, Syamsir berharap pertandingan lebih menarik, berimbang, menghadirkan hiburan, silih berganti menyerang.
“Tetapi apa yang terjadi, Argentina tidak mampu berbuat banyak. Betul-betul dikurung dan tidak bisa mengembangkan permainan,” ujar pria kelahiran Makassar, 1 Januari 1970 ini
Syamsir, menghisap rokoknya.
“Messi seperti tidak ada dilapangan,” tutupnya dengan senyum kemenangan.