Pakar Militer Inggris Panik, Rudal Hipersonik dari Daratan Rusia Capai Ukraina dalam Hitungan Menit
Hasiolan Eko P Gultom July 21, 2026 01:38 AM

Pakar Militer Inggris Panik, Rudal Hipersonik dari Daratan Rusia Capai Ukraina dalam Hitungan Menit

 

TRIBUNNEWS.COM - Analis militer asal Inggris Alexander Mercouris menyiratkan kepanikan atas serangan dahsyat yang dilancarkan Rusia ke Ukraina pada akhir pekan kemarin.

Dia menilai Ukraina menghadapi tantangan besar dalam merespons gelombang serangan rudal terbaru Rusia yang menghantam Kiev.

Baca juga: Ukraina Hujan Rudal Balistik Rusia Berjam-jam, Ibu Kota Kiev Porak-poranda dalam Satu Malam

Dalam tayangan di kanal YouTube miliknya, Mercouris mengatakan serangan tersebut memiliki karakteristik berbeda dibandingkan operasi-operasi sebelumnya.

Menurut dia, faktor yang paling menonjol bukan hanya skala serangan, melainkan jenis rudal yang digunakan Rusia.

"Serangan rudal skala besar terbaru Rusia terhadap Kyiv memiliki satu karakteristik penting. Yang membuat saya terkesan bukanlah skalanya, melainkan fakta bahwa semua rudal yang diluncurkan ke Kiev malam itu merupakan rudal berbasis darat," kata Mercouris.

Hal yang dimaksud Mercouris rudal berbasis darat adalah peluru-peluru kendali jarak jauh itu dilontarkan menggunakan peluncur yang ditempatkan dari daratan, bukan dari udara.

Lazimnya, rudal-rudal dari pesawat tempur akan menjangkau jarak target yang jauh dalam waktu yang relatif lebih singkat ketimbang peluncuran dari darat.

DIHANTAM RUDAL BALISTIK - Ibu kota Ukraina, Kiev diserang oleh Rusia pada 19 Juli. Ledakan terdengar keras menghantam di berbagai sudut Kiev, menandai satu di antara serangan rudal terbesar sejak pecahnya konflik pada 2022 silam. (Tribunnews.com/Foto: RIA)

Waktu Peringatan Dinilai Sangat Singkat

Mercouris menjelaskan rudal berbasis darat yang digunakan Rusia bergerak dengan kecepatan sangat tinggi sehingga hanya memberikan waktu peringatan beberapa menit sebelum menghantam sasaran.

Menurutnya, kondisi tersebut menyulitkan sistem pertahanan Ukraina untuk mendeteksi, melacak, dan melakukan intersepsi.

"Rudal-rudal ini akan mencapai targetnya hanya dengan peringatan beberapa menit. Memperpendek waktu peringatan secara signifikan mempersulit respons Ukraina terhadap serangan semacam itu," ujarnya.

Ia menyimpulkan bahwa kemampuan Ukraina untuk menghadapi pola serangan tersebut menjadi semakin terbatas.

HANCUR- Mobil-mobil di Kiev, ibu kota Ukraina hangus terbakar setelah serangan udara Rusia, Sabtu (18/7/2026) malam. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menyebut serangan ini menjadi yang terbesar sejak pecahnya konflik pada 2022 silam.
HANCUR- Mobil-mobil di Kiev, ibu kota Ukraina hangus terbakar setelah serangan udara Rusia, Sabtu (18/7/2026) malam. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menyebut serangan ini menjadi yang terbesar sejak pecahnya konflik pada 2022 silam. (Tribunnews.com/Foto: Kyiv Independent)

Rusia Klaim Serang Target Militer

Sehari sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan telah melancarkan serangan intensif menggunakan senjata presisi tinggi terhadap sejumlah target militer di Kiev.

Media Ukraina Strana.ua menyebut serangan itu sebagai salah satu serangan rudal balistik terbesar yang pernah menghantam ibu kota sejak perang Rusia-Ukraina berlangsung.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, operasi tersebut juga melibatkan pesawat nirawak (drone) yang diklaim mampu menembus sistem pertahanan udara dan pertahanan rudal Ukraina untuk menyerang sasaran militer di Kyiv maupun wilayah lain.

Hingga kini, klaim Rusia mengenai skala serangan, jenis persenjataan yang digunakan, maupun tingkat keberhasilannya belum dapat diverifikasi secara independen.

Pihak Ukraina juga belum memberikan tanggapan resmi atas penilaian Mercouris maupun klaim terbaru dari Kementerian Pertahanan Rusia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.