Sajian Seni Badud Hingga Ogoh-Ogoh Bali Warnai Kemeriahan Puncak Perayaan Purwakarta
Muhamad Syarif Abdussalam July 21, 2026 08:11 AM

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Ribuan warga memadati sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin (20/7/2026) malam. 

Sejak sore hari, masyarakat dari berbagai penjuru telah berdatangan untuk mendapatkan posisi terbaik demi menyaksikan Festival Budaya Nusantara yang menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Jadi Purwakarta ke-195 dan Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-58.

Lautan manusia memenuhi sisi kiri dan kanan jalan. Sejumlah warga bahkan rela berdesakan di trotoar yang sudah diberi pembatas pagar besi, hingga menggendong anak-anak agar dapat melihat setiap penampilan peserta parade. 

Sorak-sorai penonton, dentuman kendang, alunan musik tradisional, serta gemerlap lampu lampion menciptakan suasana pesta rakyat yang meriah dan penuh semangat.

Malam puncak perayaan itu juga dimeriahkan penampilan vokalis legendaris Charly Van Houten, komedian Ohang dan Ceu Popon, grup musik Emka 9 Paruh Waktu, serta dipandu host Rhana.

Pantauan Tribunjabar.id sejak pukul 19.30 WIB, iring-iringan parade budaya mulai bergerak dari depan Kampus PGSD UPI Purwakarta menuju garis akhir di kawasan Kompleks BTN. 

Sepanjang rute, peserta parade disambut tepuk tangan meriah warga yang tak henti mengabadikan momen menggunakan telepon genggam.

Warna-warni kostum adat, topeng tradisional, hingga ornamen budaya berukuran raksasa menjadi daya tarik utama. 

Setiap rombongan menampilkan atraksi khas daerahnya dengan gerakan energik, tabuhan alat musik tradisional, serta tarian yang memukau, membuat ribuan pasang mata terpaku mengikuti jalannya parade.

Festival Budaya Nusantara tahun ini menghadirkan penampilan dari 11 kabupaten/kota di Jawa Barat, dua delegasi istimewa dari luar provinsi yakni Ogoh-ogoh dari Bali dan kesenian Banyumas dari Jawa Tengah, serta partisipasi 17 kecamatan di Kabupaten Purwakarta.

Berbagai kesenian tradisional seperti Badud dari Pangandaran, Rengkong dari Sukabumi, hingga Sisingaan dari Subang tampil memikat. 

Kehadiran mereka menjadi simbol keberagaman budaya Indonesia yang berpadu dalam satu panggung perayaan. Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. 

Banyak anak-anak tampak terpukau menyaksikan atraksi para seniman, sementara orang dewasa berkali-kali mengabadikan penampilan favorit mereka.

Yulianti (31), warga Sindangkasih, mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk menyaksikan festival tersebut. Menurutnya, acara seperti ini menjadi hiburan sekaligus sarana mengenalkan budaya kepada generasi muda.

"Keren-keren banget tampilannya, jarang juga dilihat. Semoga bisa diadakan tiap tahun dan lebih meriah lagi ke depannya," katanya.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein mengatakan peringatan Hari Jadi Purwakarta bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum memperkuat silaturahmi, kolaborasi, dan semangat membangun daerah menuju Purwakarta Istimewa.

Menurutnya, Festival Budaya menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam menjaga kelestarian warisan budaya sekaligus menghadirkan hiburan rakyat yang berkualitas, edukatif, dan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

"Festival Budaya Hari Jadi Purwakarta malam ini adalah pesta kita bersama, wujud syukur dan kebanggaan kita atas kekayaan budaya daerah," ujar Binzein.(*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.