Tak Cukup IPK Tinggi, Ini Rahasia Lolos Interview Kerja di Perusahaan Global
Muhammad Hadi July 21, 2026 05:23 PM

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH — IPK tinggi dan sertifikat internasional saja tak cukup untuk lolos kerja di perusahaan global.

Pada tahap wawancara, perusahaan justru ingin melihat karakter asli kandidat di balik CV.

Hal ini menjadi materi utama dalam Global Talent Training Batch #3 yang digelar 2Digit Academy.

Jurnalis JH, Content Quality Assurance di Labster, Denmark, membagikan strategi menghadapi wawancara kerja global melalui pemaparan dan simulasi langsung.

Menurut Jurnalis, CV hanya mencatat riwayat pendidikan dan pengalaman kerja, sementara wawancara menguji cara berpikir, komunikasi, kejujuran, dan kemampuan beradaptasi kandidat.

 "Setiap interview membutuhkan strategi komunikasi yang berbeda. Kandidat harus memahami kebutuhan perusahaan lalu menghubungkannya dengan pengalaman yang dimiliki," ujarnya.

Ia memperkenalkan berbagai format wawancara yang lazim digunakan perusahaan global, mulai dari HR Interview, Technical Interview, Behavioral Interview, Panel Interview, Case Interview, hingga AI dan Asynchronous Interview.

Enam Pertanyaan Umum

Pemateri membahas enam pertanyaan yang sering muncul dalam rekrutmen:

- "Ceritakan tentang diri Anda" — gunakan metode Present–Past–Future: posisi saat ini, pengalaman relevan, dan rencana ke depan.

- "Mengapa ingin bekerja di sini?" — hindari jawaban normatif, riset dulu visi dan budaya perusahaan.

- Pertanyaan soal konflik kerja — jawab dengan metode STAR (Situation, Task, Action, Result).

- Kelebihan dan kekurangan — dukung dengan bukti nyata, sertakan langkah perbaikan.

- "Mengapa kami harus memilih Anda?" — hubungkan kompetensi dan motivasi dengan kebutuhan perusahaan.

Simulasi dan Diskusi

Peserta juga mempraktikkan simulasi wawancara, termasuk dalam bahasa Inggris.

Pemateri mengingatkan agar peserta tidak mengulang isi CV secara verbal, cukup fokus pada esensi jawaban.

Dalam sesi tanya jawab, peserta menanyakan cara menjawab soal ekspektasi gaji — Jurnalis menyarankan mengacu pada standar industri dan tanggung jawab posisi.

Namun  masing-masing HR memiliki karakter sendiri tidak ada standsr baku. 

Peserta lainnya mempertanyakan soal public speaking; menurutnya, kepercayaan diri menyampaikan gagasan lebih penting daripada kefasihan berbicara semata.

Baca juga: Mahasiswa KKN USK Beri Bimbingan Perencanaan Karier bagi Siswa SMK BUDI Bandar Dua

"Membangun karier global membutuhkan lebih dari CV menarik — kandidat perlu memahami kebutuhan perusahaan dan menunjukkan adaptabilitas sebagai nilai utama yang dicari perusahaan internasional," lanjut Jurnalis yang pernah meniti karir di Batam. 

2Digit Academy adalah komunitas pengembangan karir luar negeri yang dilakukan secara swadaya dan sukarela. Komunitas ini telah melatih tiga angkatan calon talenta global.

Setiap bulan membuka kesempatan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Gratis, tidak dipungut biaya apapun. Bagi masyarakat yang berminat, dapat mendaftar pada link berikut ini: mit.or.id/2digit (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.