Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis mata anak dr. Indah Saraswati, BMEDSC(Hons), Sp.M mengingatkan orang tua tidak menunggu anak mengeluhkan penglihatannya buram untuk memeriksakan kondisi mata, karena anak dengan miopia atau rabun jauh sering kali tidak menyadari gangguan tersebut.
"Kadang anak kita itu tidak pernah mengeluh. Tidak pernah bilang, 'Mama ini buram'," kata Indah dalam acara Healthy Vision Day yang diselenggarakan EssilorLuxottica Indonesia di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan orang tua perlu memperhatikan perubahan perilaku anak yang dapat menjadi tanda awal miopia, seperti sering mendekat saat menonton televisi atau menggunakan gawai, memicingkan mata ketika melihat objek di kejauhan, serta kesulitan membaca tulisan di papan tulis di sekolah.
Menurut Indah, orang tua juga tidak sebaiknya menunggu laporan dari guru mengenai gangguan penglihatan anak. Sebab, tidak semua anak mampu mengungkapkan keluhan yang dirasakan dan tidak semua guru menyadari adanya masalah tersebut.
"Jangan tunggu gurunya yang bilang. Kadang guru tidak ngeh, anak juga tidak ngomong," ujar dokter dengan gelar Spesialis I Mata lulusan Universitas Indonesia itu.
Ia menambahkan, keterlambatan mendeteksi gangguan penglihatan dapat membuat penanganan menjadi kurang optimal, terutama jika anak mengalami mata malas atau ambliopia yang baru diketahui setelah berusia lebih dari 10 tahun.
"Di atas 10 tahun itu sudah terlambat untuk mata malas. Jadi semakin cepat terdeteksi, semakin baik untuk masa depan penglihatan anak," katanya.
Indah menyarankan orang tua rutin menanyakan apakah anak dapat melihat tulisan di papan tulis dari bangku belakang serta memperhatikan kebiasaan sehari-hari yang mengarah pada gangguan penglihatan. Pemeriksaan mata sejak dini juga dianjurkan, terutama bila anak memiliki riwayat keluarga dengan miopia.





