SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dikenal luas sebagai kawasan penyangga utama DKI Jakarta.
Metropol modern ini tumbuh pesat dengan deretan hunian mewah, pusat bisnis, kawasan properti modern, hingga menjadi basis pendidikan dan teknologi.
Di sisi lain Pulau Sumatera, berdiri Kota Palembang kota tertua di Indonesia yang dahulunya merupakan pusat kejayaan Kerajaan Sriwijaya.
Selain warisan sejarahnya yang megah, kelezatan kuliner khas seperti pempek telah membawa nama Palembang tersohor hingga ke mancanegara.
Baca juga: Duel Metropolitan: Mengintip Biaya Hidup Makassar vs Palembang, Mana Lebih Ramah Kantong?
Lantas, bagaimana jika kedua kota ikonik ini diadu dari kacamata finansial warga lokalnya? Jika membandingkan besaran upah minimum (UMK) dengan rata-rata pengeluaran bulanan, kota mana yang sejatinya menawarkan sisa gaji lebih lega?
Melihat dari sektor pendapatan, Tangsel unggul berkat statusnya yang menempel ketat dengan ibu kota:
Kota Tangerang Selatan: UMK tahun 2026 menyentuh angka Rp 5.247.870 per bulan.
Kota Palembang: UMK tahun 2026 tercatat sebesar Rp 4.192.837 per bulan.
Secara nominal, pekerja di Tangsel mengantongi gaji pokok minimum yang lebih besar Rp 1,05 juta dibandingkan pekerja di Bumi Sriwijaya.
Namun, pendapatan yang lebih tinggi ini dibayangi oleh gaya hidup dan harga kebutuhan yang tak kalah tinggi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di kedua kota mencerminkan kontras gaya hidup di kawasan metropolitan Banten dan Sumatera Selatan, Selasa (21/7/2026).
Total rata-rata pengeluaran warga Tangsel mencapai Rp 2.660.127 per bulan.
Makanan: Rp 1.003.151
Non-Makanan: Rp 1.656.976
Porsi non-makanan—seperti sewa hunian, transportasi harian, tagihan utilitas, hingga hiburan—menyedot lebih dari 60 persen anggaran bulanan warga Tangsel.
Sementara itu, rata-rata pengeluaran warga Palembang jauh lebih hemat, yakni di angka Rp 1.879.226 per bulan.
Makanan: Rp 794.213
Non-Makanan: Rp 1.085.013
Jika dihitung secara kasar dengan mengurangkan UMK 2026 terhadap rata-rata pengeluaran per kapita:
Pekerja di Tangsel berpotensi menyisihkan sisa upah sekitar Rp 2,58 juta per bulan.
Pekerja di Palembang berpotensi menyisihkan sisa upah sekitar Rp 2,31 juta per bulan.
Secara daya simpan nominal, Tangsel memberikan marjin sisa yang sedikit lebih besar.
Namun, Kota Palembang menawarkan tingkat keterjangkauan biaya hidup yang sangat baik terutama dari sektor pangan dan akomodasi harian yang rata-rata pengeluarannya masih di bawah Rp 2 juta per bulan.
Bagi mereka yang mengutamakan nominal gaji besar dan dinamika metropolitan Jakarta, Tangsel menjadi magnet utama.
Namun bagi yang mencari keseimbangan antara pendapatan layak dengan biaya hidup harian yang terjangkau, Palembang tetap menjadi pilihan yang sangat menjanjikan.