Duel Metropolitan: Mengintip Biaya Hidup Makassar vs Palembang, Mana Lebih Ramah Kantong?
Yandi Triansyah July 21, 2026 08:27 AM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Makassar dan Palembang adalah dua raksasa ekonomi yang memegang peranan vital di wilayahnya masing-masing.

Makassar berdiri megah sebagai kota terbesar di Indonesia Timur sekaligus metropolitan terbesar kelima di tanah air.

Sementara itu, Palembang bertengger kokoh sebagai metropolitan terbesar kedua di Pulau Sumatera.

Meski Makassar unggul dalam hal kepadatan populasi dan Palembang jauh memimpin dalam hal luas wilayah, pernahkah Anda membayangkan bagaimana jika kedua kota ini "diadu" dalam hal biaya hidup sehari-hari?

Baca juga: Mengintip Dapur Lumbung Padi Nasional, Adu Murah Biaya Hidup Sumatera Selatan vs Jawa Timur

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) per Selasa (21/7/2026), peta pengeluaran rata-rata per kapita per bulan di kedua kota ini menunjukkan angka yang sangat tipis namun menyimpan dinamika yang menarik.

Makanan vs Non-Makanan: Di Sini Celah Bedanya

Jika diteliti lebih dalam, Palembang ternyata mencatatkan biaya hidup rata-rata sedikit lebih tinggi dibandingkan Makassar.

Rata-rata pengeluaran per kapita warga Palembang mencapai Rp 1.879.226 per bulan.

Angka ini didorong oleh pos pengeluaran makanan yang menyentuh Rp 794.213, serta kelompok non-makanan sebesar Rp 1.085.013.

Di sisi lain, warga Makassar mencatatkan rata-rata pengeluaran yang sedikit lebih hemat, yakni Rp 1.842.111 per bulan.

Kebutuhan dapur atau makanan di Kota Daeng ini menghabiskan Rp 755.452, sementara pengeluaran non-makanan berada di angka Rp 1.086.659.

Komparasi Ringkas Biaya Hidup per Bulan (Data BPS):

Makassar: Rp 1.842.111 (Makanan: Rp 755.452 | Non-Makanan: Rp 1.086.659)

Palembang: Rp 1.879.226 (Makanan: Rp 794.213 | Non-Makanan: Rp 1.085.013)

Peta Ketimpangan yang Tipis

Menariknya, kedua kota metropolitan ini memiliki kesamaan karakter dalam hal gaya hidup atau kebutuhan sekunder dan tersier.

Porsi pengeluaran non-makanan seperti tempat tinggal, transportasi, pendidikan, hingga hiburansama-sama mendominasi dan berada di kisaran angka yang hampir serupa, yakni Rp 1,08 jutaan.

Perbedaan harga kuliner dan bahan pangan harianlah yang menjadi pembeda utama.

Selisih pengeluaran makanan yang mencapai sekitar Rp 38 ribu per bulan membuat Makassar sedikit lebih murah ketimbang Palembang.

Meski begitu, dengan selisih total pengeluaran yang tak sampai Rp 40 ribu per bulan, biaya hidup di Kota Makassar dan Kota Palembang bisa dibilang relatif imbang.

Keduanya menawarkan standar hidup metropolitan modern dengan estimasi biaya harian yang tak jauh berbeda bagi para pendatang maupun warga lokal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.