Selamat Tinggal Piala Dunia 2026, Siap-siap Turnamen Berikutnya Diikuti 64 Tim?
Beri Bagja July 21, 2026 08:33 AM

FRANCK FIFE/AFP
Lamine Yamal mengangkat trofi juara Piala Dunia 2026 seusai Timnas Spanyol kalahkan Argentina pada final di Stadion MetLife, New Jersey (19/7/2026).

BOLASPORT.COM - Piala Dunia 2026 telah usai, saatnya menunggu empat tahun lagi untuk menyambut kejuaraan terakbat sejagat edisi berikutnya.

Timnas Spanyol keluar sebagai kampiun penyelenggaraan ke-23 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko, 11 Juni-19 Juli 2026.

La Furia Roja mengandaskan perlawanan juara bertahan Timnas Argentina dengan skor 1-0 di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu (19/7/2026).

Pertandingan itu menandakan akhir dari episode kolosal yang mementaskan total 104 partai dan melibatkan 48 tim.

Empat tahun mendatang, Piala Dunia 2030 akan berlangsung di enam negara berbeda dengan waktu penyelenggaraan pada 8 Juni-21 Juli.

Pertandingannya tersebar di Maroko, Portugal, Spanyol, Argentina, Paraguay dan Uruguay sebagai bagian perayaan 100 tahun Piala Dunia.

Tidak cukup sampai di sini FIFA merevolusi format kompetisi garapannya.

Belum puas menciptakan rekor peserta terbanyak, pada edisi berikutnya muncul wacana tim kontestan bakal bertambah lagi menjadi 64.

Bukan sekadar angan-angan, rencana tersebut bahkan sudah berdengung di meja-meja diskusi FIFA.

Presiden CONMEBOL, Alejandro Dominguez, paling yakin ide penambahan kontestan bakal direalisasikan pada 2030.

"(Piala Dunia) Berikutnya akan digelar di kandang sendiri!" cuit Dominguez, pria asal Paraguay yang juga menjabat Wakil Presiden FIFA, dalam akun X.

"Pada 2030, Piala Dunia akan diselenggarakan di Uruguay, Argentina, dan Paraguay."

"Ini akan menjadi kesempatan besar bagi dunia sepak bola untuk merayakan seratus tahun Piala Dunia melalui turnamen yang diikuti 64 tim," imbuhnya, dikutip BolaSport.com dari Tyc Sports.

FIFA belum merilis keputusan akhir mengenai persetujuan ataupun penolakan terhadap klaim Dominguez.

Meskipun demikian, komentar presiden mereka, Gianni Infantino, mencerminkan bahwa penambahan peserta memang rencana yang serius.

 

Presiden RI Prabowo Subianto saat bertemu Presiden FIFA Gianni Infantino, Rabu (25/9/2025).
SEKRETARIAT KABINET RI
Presiden RI Prabowo Subianto saat bertemu Presiden FIFA Gianni Infantino, Rabu (25/9/2025).

Revolusi Format 128 Partai

Setelah mengeklaim diri bahwa format baru di Piala Dunia 2026 menuai sukses, Infantino kelihatan tergiur membengkakkan jumlah kontestan menjadi hampir sepertiga dari total asosiasi anggota FIFA.

"Hal itu jelas merupakan isu yang akan dikaji dan dibahas di komite terkait setelah Piala Dunia ini," ujarnya beberapa waktu lalu.

"Piala Dunia ditujukan untuk seluruh dunia, bukan hanya Eropa dan Amerika Selatan."

"Setiap negara seharusnya diberi kesempatan untuk bermimpi ikut serta dalam Piala Dunia."

"Anda bisa melihat bahwa kualitas tim-tim peserta sangat tinggi dan semakin tinggi saja di seluruh dunia," kata dia.

Kalau revolusi format jadi dilakukan, siap-siap saja melihat kalender pertandingan Piala Dunia 2030 bakal lebih panjang dari tahun ini.

Jika diikuti 64 peserta, estimasi jumlah pertandingan total di Piala Dunia 2030 membengkak menjadi 128 partai atau bertambah 23 persen!

Hal ini berlaku jika turnamen nanti disinkronkan dengan sistem kompetisi saat ini, di mana tim-tim peserta akan dibagi ke dalam 16 grup - bertambah empat grup dari format 2026.

Nantinya hanya dua tim teratas dari setiap grup yang akan lolos ke fase gugur, tidak lagi memakai sistem peringkat tiga terbaik.

Selanjutnya ke-32 tim itu melaju ke tahap knock-out seperti lazimnya, yakni dari babak 32 besar sampai final.

Pastinya selalu ada pro dan kontra. Di sisi berlawanan, format 64 tim berpotensi membuat unsur eksklusivitas Piala Dunia berkurang.

Lebih banyak tim yang berpeluang tampil, dikhawatirkan lebih rendah pula level persaingannya.

Hal ini tidak menghitung potensi kerugian buat pemain berupa jadwal turnamen lebih padat dan waktu libur musim panas yang semakin berkurang.

"Para pengkritik, termasuk tokoh-tokoh terkemuka di dunia sepak bola Eropa, berpendapat turnamen tersebut bisa menjadi terlalu panjang dan kehilangan esensinya," tulis media Spanyol, AS.

"Pertandingan babak penyisihan grup mungkin kehilangan daya saingnya dan proses kualifikasi bisa menjadi kurang berarti."

"Ada pula kekhawatiran terkait kesejahteraan pemain, mengingat kalender sepak bola yang sudah padat kini semakin padat."

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.