Gagal Capai Bunker Tepat Waktu, Sejumlah Personel AS Terluka akibat Serangan Rudal Iran di Yordania
Hadiyya QurrataAyyuun July 21, 2026 09:42 AM

Gagal capai bunker tepat waktu, sejumlah pasukan Amerika Serikat (AS) menjadi korban serangan rudal Iran.

Insiden ini merusak berbagai fasilitas vital pangkalan, termasuk area perumahan tempat para prajurit beristirahat.

Mengutip Al Mayadeen pada (21/7), kabar ini menurut laporan Wall Street Journal, dirilis pada Selasa dini hari.

Laporan itu mengungkapkan bahwa serangan rudal balistik Iran menghantam Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania hingga menewaskan dua tentara AS.

Serangan tersebut menyasar unit perumahan kontainer (CHU) tempat para tentara Amerika tinggal dan tidur.

Pejabat AS mengonfirmasi bahwa insiden ini merupakan serangan rudal Iran ketiga yang menerjang pangkalan tersebut dalam kurun waktu 24 jam.

Selain korban tewas, temuan sisa-sisa tubuh manusia di lokasi kejadian saat ini masih dalam proses identifikasi oleh pihak berwenang.

Rangkaian serangan dimulai ketika rudal pertama merusak gimnasium pangkalan setelah sirene peringatan bahaya berbunyi.

Beberapa personel militer dilaporkan mengalami luka-luka saat berhamburan lari menyelamatkan diri menuju bunker perlindungan.

Beberapa jam kemudian, gelombang serangan rudal kedua dilaporkan menghantam sebuah hanggar pesawat yang sedang kosong.

Serangan ketiga menghantam area perumahan pasukan saat para tentara sedang beristirahat.

Meskipun sirene telah diaktifkan, sejumlah personel AS gagal mencapai bunker tepat waktu sebelum rudal menghantam target.

Insiden tiga serangan berturut-turut ini menyoroti celah dan kesulitan jaringan pertahanan udara AS dalam mengantisipasi rudal balistik Iran.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengakui adanya satu rudal yang berhasil menembus sistem pertahanan udara pangkalan.

Iran diketahui makin gencar mengerahkan rudal balistik berkecepatan tinggi yang sulit dicegat oleh sistem pertahanan AS di Asia Barat.

Pentagon mencatat hampir 100 anggota militer AS mengalami cedera akibat gelombang serangan Iran di kawasan tersebut sejak awal Juli.

Menanggapi gugurnya tentara Amerika, Presiden AS Donald Trump bersumpah akan membalas kematian para prajurit berkali-kali lipat.

Sementara itu, Pemimpin Iran Sayyed Mojtaba Khamenei memperingatkan bahwa agresi AS yang berlanjut akan berujung pada pelajaran yang tak terlupakan bagi Washington.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.