Target Pemerintah 1-3 Tahun ke Depan, Tuntaskan Revitalisasi Eks SD Inpres
GH News July 21, 2026 10:08 AM
Jakarta -

Kupang - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berusaha segera menuntaskan revitalisasi sekolah-sekolah yang rusak. Target pemerintah dalam 1-3 tahun ke depan, merampungkan perbaikan sekolah khususnya eks SD Inpres.

Widyaprada Ahli Utama Kemendikdasmen, Khamim melihat sekolah-sekolah SD saat ini dulunya banyak yang berasal dari SD Inpres atau Sekolah Dasar Instruksi Presiden. Oleh karena itu, struktur bangunannya sudah rapuh.

"Targetnya, dalam dua hingga tiga tahun ke depan, Presiden sudah menyampaikan menuntaskan karena memang bangunan SD itu tumbuh sejak zaman SD Inpres," kata Khamim dalam Media Briefing Kunjungan Revitalisasi Sekolah di Kupang yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), di Hotel Aston Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (20/7/2026).

Temuan Kondisi SD Inpres: Memprihatinkan

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan melainkan karena sudah banyak bukti yang memprihatinkan. Dalam sebuah kunjungan, Khamim melihat kondisi yang tidak lagi ideal.

"Saya kemarin ke TTS (Timor Tengah Selatan), Pak Kadisdik, itu memang dana APBD-nya memang juga tidak cukup untuk memperbaiki kantornya saja, mohon maaf plafonnya itu juga pada copot," ungkapnya.

Khamim berharap, revitalisasi sekolah ini dapat mendongkrak Angka Partisipasi Kasar (APK) nasional. Siswa nantinya bisa menikmati sekolah dan fasilitas yang lebih aman dan nyaman.

Sediakan Anggaran Biaya Tambahan

Dalam menyukseskan target tersebut, pemerintah sudah menyiapkan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) yang cukup besar. Tujuan dana ini adalah untuk mempercepat pembangunan sekolah.

Adapun rincian target revitalisasi melalui dana ABT 2026 yakni:

- PAUD: 16.075 satuan pendidikan.- SD: 15.235 satuan pendidikan - SMP: 4.638 satuan pendidikan- SMA: 968 satuan pendidikan

"Penyaluran tahap pertamadi 3.946 sekolah (PAUD) setelah dihitung RAB-nya masing-masing. Penyaluran tahap satu sudah diluncurkan semua. Kemudian penyaluran tahap dua, ini sudah ada aturan mainnya kapan disalurkan tahap dua setelah tahap satu sekian persen. Teman-teman ini yang menghitung. SD-nya juga demikian, dari 3.836 disalurkan 3.801," jelas Khamim.

Cicin Yulianti
Jurnalis detikcom. Lulusan Jurnalistik Unpad, di detikcom sejak 2022. Spesialis menulis topik pendidikan, kampus, sekolah, beasiswa, riset, dan kehidupan pelajar/mahasiswa.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.