Laporan Arie Puji Waluyo
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA — Kejadian tak menyenangkan dialami oleh vokalis grup band Kotak, Tantri Syalindri Ichlasari.
Saat tampil dalam sebuah konser di Geopark Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat, akhir pekan lalu sekitar pukul 23.00 WIB, seorang pria tak dikenal tiba-tiba menerobos naik ke atas panggung usai lagu terakhir disuarakan.
Pria yang diduga dalam kondisi terpengaruh alkohol tersebut bergerak cepat hendak memeluk Tantri. Beruntung, reaksi cepat Tantri dan ketanggapan teknisi band berhasil menghentikan aksi nekat itu.
Baca juga: Tantri Kotak Ogah Tanggapi Posan Tobing, Pilih Komentari Ahmad Dhani soal Royalti
"Tiga hari lalu kejadiannya. Setelah perform Kotak, tiba-tiba ada satu laki-laki yang mungkin over-excited naik ke atas panggung, terus langsung memeluk," ungkap Tantri saat ditemui di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).
Tantri mengaku kaget dan sempat lemas menghadapi situasi mendadak tersebut karena kondisinya sedang lelah.
"Karena aku baru banget selesai, jadi masih kayak sadar nggak sadar. Pas balik badan, eh kaget gitu. Untungnya memang ada teknisiku yang memang cepat gitu menghalau si Mas itu," ucapnya.
Tantri mengaku trauma setelah insiden itu. "Sempat ada trauma sedikit ya. Tapi ya sudah lewat," imbuhnya.
Usai insiden, Tantri mendapat informasi dari tim manajemen dan kepolisian bahwa pelaku masih dalam kondisi kurang sadar.
"Kata tim aku, waktu lagi dibawa sama polisi masih kurang sadar. Dia masih cengar-cengir dan bilang, 'Saya teh fans-nya'," jelasnya.
Aksi nekat tersebut juga langsung memicu amarah penonton lain yang berada di lokasi hingga pelaku sempat diamuk massa.
Reaksi Arda Eks Naff
Usai kejadian, penyanyi berusia 36 tahun ini langsung menghubungi sang suami, Hatna Danarda (Arda eks Naff), untuk menceritakan insiden tersebut.
Suaminya sempat sangat marah ketika melihat rekaman video yang viral di media sosial TikTok.
"Awalnya dia kaget ya, tetapi enggak marah. Dia bilang, 'emang gak ada yang jagain?',"cerita Tantri seraya tertawa.
Tetapi setelah lihat videonya di media sosial, Arda sangat marah banget dan emosi.
"Dia langsung bilang, 'Tak antemi wongek nekat ketemu sing munggah panggung kuwi' (kalau ketemu aku pukul orang yang naik panggung itu)' gitu," tambahnya.
Kendati sempat tersulut emosi, Arda langsung berkoordinasi dengan tim manajemen dan teknisi Kotak untuk memperketat pengamanan di panggung-panggung selanjutnya.
"Jadi memang ya pasti dia agak lumayan protektif lagi lah gitu. Dia mengingatkan sama tim-tim, 'Besok-besok hati-hati ya buat jaga ini segala macam' karena hal-hal seperti ini kan pasti sangat rentan sekali," jelas Tantri.
Ini bukan pertama kalinya Tantri mengalami kejadian serupa. Sebelum memutuskan berhijab, ia pernah mengalami insiden di panggung lain.
"Kalau yang sebelumnya ya beberapa kali ada yang di bawah panggung, ada yang di atas panggung. Sebelumnya pernah di Cianjur, tapi itu saat adegan jatuh dari atas panggung tuh yang ditarik," kenangnya.
Enggan Lapor Polisi
Meski sempat terguncang, Tantri memilih mengikhlaskan insiden tersebut dan enggan membawa kasus ini ke jalur hukum.
Ia menganggap aksi pelaku hanyalah wujud luapan emosi penggemar meski dilakoni dengan cara yang keliru.
"Engga, gak ada niat buat lapor polisi. "Bagi saya sih itu bentuk ekspresif dia aja ya walau bikin aku kaget," tegas Tantri
Menurutnya, rekaman video yang beredar di media sosial serta aksi amuk massa di lokasi kejadian sudah cukup menjadi pelajaran bagi pelaku.
"Dengan divideo-kan saja kan pasti sudah ini (menjadi pelajaran buat pelaku). Katanya sih memang sudah kena bogem banyak orang ya, saya juga nggak ngerti itu. Makanya saya kaget, 'Hah? Ya Allah.' Saya cuman khawatir dia kenapa-napa," tuturnya.
Tantri pun tidak menyalahkan massa yang emosi. "Tapi ya sudah nggak apa-apa. Bagian dari konsekuensi ya Mas, risiko," pungkas Tantri seraya tersenyum.