TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN – Polisi masih melakukan penyelidikan terkait penemuan mayat seorang wanita di Desa Wonotirto, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen.
Mayat tersebut mengapung di aliran Sungai Lukulo pada Minggu (19/7/2026).
Yang menjadi perhatian adalah pakaian yang dikenakan wanita tersebut yakni baju berlapis sembilan.
Baca juga: Sudewo Sebut Tak Menerima, Kemana Larinya Rp 450 Juta dari Proyek Jalur Kereta? Ini Kata Nur Widayat
Hingga saat ini, belum ada petunjuk siapakah sosok mayat perempuan yang ditemukan tanpa identitas tersebut.
Mayat tersebut kali pertama ditemukan dalam kondisi mengambang di aliran sungai di bawah Jembatan Mangir, Desa Wonotirto, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen.
Kondisi tubuh pun mulai mengalami pembusukan dan diduga sudah tewas dalam kurun waktu lebih dari dua hari.
Hingga Senin (20/7/2026), aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam guna menguak identitas asli korban sekaligus memastikan penyebab pasti kematiannya.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan, saat ditemukan warga, kondisi jenazah korban sudah mulai mengalami proses pembusukan.
Dari hasil analisis dan pemeriksaan medis awal, korban diperkirakan telah meninggal lebih dari tiga hari sebelum ditemukan mengapung.
"Identitas korban hingga saat ini masih belum diketahui. Kami masih melakukan penyelidikan sekaligus berupaya mengidentifikasi korban," kata AKBP Putu seperti dilansir dari Kompas.com, Senin (20/7/2026).
Penemuan mayat ini bermula ketika perangkat Desa Wonotirto menerima laporan darurat dari warga yang melihat ada tubuh manusia mengapung di aliran Sungai Lukulo.
Setelah dipastikan korban sudah tak bernyawa, pihak desa langsung melapor ke Polsek Karanggayam.
Menerima informasi tersebut, jajaran personel Polsek Karanggayam bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Kebumen, tim Samapta, PMI, serta tenaga medis langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah TKP.
Proses evakuasi berlangsung dramatis dan ekstra hati-hati mengingat posisi jenazah berada di tengah aliran sungai.
Seusai diangkat dari air, jenazah langsung dilarikan ke RSUD dr Soedirman Kebumen untuk menjalani visum medis.
"Dari hasil identifikasi awal, korban diketahui berjenis kelamin perempuan dengan tinggi badan sekira 160 sentimeter. Korban memiliki rambut hitam lurus sepanjang sekira 30 sentimeter," terang AKBP Putu.
Petugas juga mencatat sejumlah ciri fisik khusus pada tubuh korban.
Gigi depan bagian atas korban diketahui telah tanggal seluruhnya, sementara gigi depan bagian bawah hanya tersisa empat buah.
Selain itu, pada pergelangan tangan kanan korban terpasang lebih dari lima gelang karet yang dipadu dengan satu gelang manik-manik.
Salah satu temuan unik dan janggal yang menyita perhatian tim penyidik di lapangan adalah busana yang dikenakan oleh korban.
"Saat ditemukan, perempuan tersebut mengenakan sembilan lapis pakaian," ungkap AKPB Putu.
Sembilan lapis baju bertumpuk yang melekat di tubuh korban terdiri dari jas hujan warna hijau, daster batik hijau motif bunga, kemeja kotak-kotak warna kuning, serta kaus hitam bertuliskan "Wrangler".
Selanjutnya, ada kaus hitam bergambar bunga, daster hitam motif bunga emas, kaus kuning bertuliskan "Boomble bee", hem bergaris warna abu-abu, daster bergaris warna merah, hingga hem batik berwarna cokelat.
Meski ditemukan dalam kondisi tak wajar dengan busana tebal bertumpuk, hasil pemeriksaan medis sementara menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh mayat perempuan tersebut.
"Pada pemeriksaan awal tidak ditemukan luka akibat benda tajam, benda tumpul maupun bekas jeratan pada leher," beber AKBP Putu.
Kendati demikian, pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan penyebab utama kematian korban karena proses penyelidikan dan olah bukti masih berjalan.
Sementara itu, berdasarkan keterangan beberapa saksi warga sekitar, sekira sepekan sebelum insiden penemuan mayat, warga sempat melihat sosok perempuan asing yang diduga mengalami ODGJ berkeliaran di area Desa Wonotirto.
Petugas pun sedang mencocokkan petunjuk dan keterangan para saksi untuk mengonfirmasi apakah perempuan yang sempat melintas tersebut adalah korban yang ditemukan di Sungai Lukulo.
"Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dugaan yang berkembang masih perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan," tutur AKBP Putu.
Saat ini, jenazah korban masih disemayamkan di kamar jenazah RSUD dr Soedirman Kebumen.
Polisi mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri fisik dan pakaian tersebut untuk segera melapor ke Polres Kebumen. (*)