TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta menargetkan sebanyak 633 rumah akan dibedah sepanjang 2026 melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pihak swasta hingga BUMD dan BUMN.
Target tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai meresmikan 16 rumah hasil program bedah rumah di kawasan eks kebakaran di Jalan Bangka III, Kelurahan Pela Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).
Menurut Pramono, program bedah rumah akan terus diperluas dengan pola kolaborasi yang telah diterapkan di Pela Mampang.
“Jadi untuk rumah targetnya bedah rumah di tahun 2026 ini 633 unit. Jadi hari ini ada 16 rumah, tapi untuk target di tahun 2026 dengan pola yang sama kurang lebih 633 unit,” kata Pramono.
Pramono menjelaskan, keberhasilan pembangunan kembali rumah korban kebakaran di Pela Mampang menjadi contoh sinergi antara pemerintah, Baznas Bazis, dan dunia usaha dalam membantu masyarakat.
Ia mengatakan, pola tersebut akan terus digunakan untuk mempercepat penanganan rumah tidak layak huni maupun rumah warga yang terdampak bencana.
“Pemerintah DKI Jakarta bersama dengan Baznas Bazis juga punya program untuk tetap melanjutkan bedah rumah yang ada, yang nanti cara penyelesaiannya kurang lebih seperti ini,” ujarnya.
Menurut dia, sejumlah BUMD seperti PAM Jaya dan Dharma Jaya, serta BUMN seperti Pertamina dan Pegadaian akan dilibatkan dalam program tersebut bersama perusahaan swasta yang menyalurkan dana CSR.
Pramono menegaskan tidak ada wilayah yang diprioritaskan secara khusus dalam program bedah rumah tahun ini.
Seluruh kawasan yang membutuhkan akan mendapat perhatian sesuai kondisi di lapangan.
Baginya, yang terpenting adalah memastikan kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta, Baznas Bazis, dan perusahaan dapat berjalan baik sehingga semakin banyak rumah warga yang bisa diperbaiki.
“Prioritasnya di mana? Ya semuanya pasti prioritas, termasuk daerah-daerah yang memang segera bisa kita lakukan untuk bedah rumah dan kita bangun kembali,” tuturnya.
Ia berharap sinergi berbagai pihak tersebut dapat mempercepat penanganan rumah-rumah warga yang membutuhkan sekaligus menjadi solusi nyata bagi masyarakat.
“Maka yang paling penting adalah kerja sama yang baik antara Baznas Bazis, Pemerintah DKI Jakarta dengan CSR yang akan dikeluarkan.
Itulah yang kita gunakan untuk memperbaiki rumah-rumah yang ada di Jakarta,” kata Pramono.