DPR Setujui Hibah Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Italia, Kenali Sejarah dan Manfaatnya
M Zulkodri July 21, 2026 05:22 PM

 

POSBELITUNG.CO--Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui penerimaan hibah satu unit kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia.

Persetujuan tersebut diberikan dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Kapal perang tersebut akan menjadi salah satu aset pertahanan Indonesia setelah proses hibah dari Italia mendapatkan persetujuan parlemen.

Nilai hibah yang tercantum dalam pembahasan DPR mencapai sekitar 54 juta euro atau sekitar Rp1,1 triliun.

Persetujuan DPR diberikan setelah Komisi I DPR RI menyampaikan laporan hasil pembahasan mengenai permohonan persetujuan penerimaan hibah alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) dari luar negeri yang diajukan Kementerian Pertahanan.

Ketua DPR RI Puan Maharani yang memimpin rapat menyampaikan bahwa persetujuan parlemen diperlukan dalam proses pemindahtanganan aset negara yang menjadi kewenangan DPR.

Sebelumnya, Komisi I DPR telah menggelar rapat kerja bersama pemerintah pada Senin (20/7/2026).

Rapat tersebut dihadiri Kementerian Pertahanan, Kementerian Keuangan, Mabes TNI, serta para kepala staf angkatan untuk membahas rencana penerimaan hibah kapal tersebut.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI G. Budi Satrio Djiwandono mengatakan penerimaan hibah alat pertahanan dari luar negeri merupakan langkah strategis yang berkaitan dengan penguatan pertahanan dan kedaulatan negara.

"Setelah mendengarkan penjelasan yang komprehensif dari pemerintah dan pandangan substansi dari seluruh fraksi di Komisi I DPR RI, maka dengan segenap pertimbangan strategis, Komisi I DPR RI secara bulat dan sepakat menyetujui penerimaan hibah Alpalhankam dari luar negeri sebagaimana yang dimohonkan dalam surat Menteri Pertahanan," kata Budi.

Setelah laporan Komisi I disampaikan, Puan Maharani meminta persetujuan seluruh anggota DPR. Seluruh anggota yang hadir menyatakan setuju dan keputusan tersebut kemudian disahkan dengan ketukan palu.

Apa Itu Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi?

ITS Giuseppe Garibaldi (C551) merupakan kapal induk ringan milik Angkatan Laut Italia yang dirancang untuk menjalankan berbagai misi operasi laut dan udara.

Kapal ini dibangun di galangan Cantieri Navali di Monfalcone, Italia. Berdasarkan data resmi Angkatan Laut Italia, pembangunan kapal dimulai pada 20 Februari 1978 dan kapal diluncurkan pada 4 Juni 1983.

Giuseppe Garibaldi kemudian masuk ke dalam dinas Angkatan Laut Italia pada 1985.

Dengan panjang sekitar 180,2 meter, kapal ini memiliki bobot perpindahan penuh sekitar 13.850 ton.

Kapal tersebut dirancang untuk membawa sejumlah pesawat dan helikopter sesuai kebutuhan operasi.

Dalam konfigurasi yang pernah digunakan Italia, Giuseppe Garibaldi dapat mengoperasikan pesawat AV-8B Plus Harrier II berkemampuan lepas landas dan mendarat vertikal atau pendek (STOVL), serta berbagai jenis helikopter.

Angkatan Laut Italia menyebut kapal tersebut mampu menjalankan fungsi komando dan pengendalian kekuatan angkatan laut dan udara laut.

Kapal ini juga memiliki kemampuan pertahanan diri dan sistem persenjataan untuk menghadapi ancaman udara maupun permukaan.

Selama masa operasionalnya, Giuseppe Garibaldi pernah terlibat dalam sejumlah misi di kawasan Mediterania dan Afrika, termasuk operasi yang berkaitan dengan Lebanon, Libya, dan Somalia.

Kapal tersebut kemudian ditempatkan dalam status cadangan pada 2024 setelah lebih dari empat dekade digunakan Italia.

Manfaat bagi Indonesia

Bagi Indonesia, penerimaan Giuseppe Garibaldi dapat memberikan sejumlah manfaat strategis.

Salah satunya adalah meningkatkan kemampuan operasi laut jarak jauh dan memperkuat kapasitas TNI Angkatan Laut dalam menjalankan misi di wilayah perairan Indonesia yang sangat luas.

Kapal dengan kemampuan membawa pesawat dan helikopter juga dapat berfungsi sebagai pusat komando bergerak dalam operasi militer maupun nonmiliter.

Salah satu manfaat potensial adalah mendukung operasi militer selain perang (OMSP), seperti bantuan kemanusiaan, evakuasi warga, penanggulangan bencana, hingga dukungan terhadap operasi pencarian dan pertolongan di wilayah yang sulit dijangkau.

Dengan karakter geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, kapal berukuran besar yang memiliki fasilitas penerbangan dapat membantu mobilisasi personel dan peralatan dalam operasi di berbagai wilayah.

Selain itu, kapal tersebut berpotensi digunakan sebagai pusat komando dan pengendalian dalam operasi gabungan.

Kemampuan ini penting ketika TNI harus mengoordinasikan berbagai unsur kekuatan laut dan udara dalam satu misi.

Namun, manfaat tersebut akan sangat bergantung pada kondisi kapal, proses modernisasi, sistem yang nantinya dipasang, serta biaya operasional dan pemeliharaan yang harus ditanggung Indonesia.

Bukan Kapal Baru

Meskipun disebut sebagai hibah, Giuseppe Garibaldi bukan merupakan kapal baru.

Kapal tersebut telah beroperasi sejak 1985 dan Italia menempatkannya dalam status cadangan pada 2024.

Pemerintah Italia sebelumnya menyatakan bahwa kapal tersebut sudah berusia lanjut dan sistem di dalamnya tidak lagi sepenuhnya memenuhi kebutuhan operasional modern.

Karena itu, proses transfer kepada Indonesia juga perlu mempertimbangkan kebutuhan perawatan, peremajaan, dan penyesuaian sistem agar kapal dapat digunakan sesuai kebutuhan TNI AL.

Hal tersebut membuat penerimaan kapal hibah tidak berarti Indonesia sama sekali tidak mengeluarkan biaya.

Indonesia tetap harus memperhitungkan biaya transfer, perawatan, pelatihan awak, modernisasi, pengoperasian, hingga pemeliharaan jangka panjang.

Sebelumnya, anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin juga meminta pemerintah melakukan kajian secara matang terhadap rencana penerimaan kapal tersebut.

Ia mengingatkan bahwa aset pertahanan yang diberikan secara cuma-cuma tetap dapat menimbulkan biaya besar untuk pengoperasian dan perawatannya.

Bakal Menjadi Kapal Induk Pertama Indonesia

Jika proses hibah dan transfer berjalan sesuai rencana, Giuseppe Garibaldi akan menjadi kapal induk pertama yang dioperasikan Indonesia.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali sebelumnya menyampaikan bahwa kapal tersebut diharapkan tiba di Indonesia sebelum peringatan HUT TNI pada 5 Oktober 2026.

Sementara itu, dalam rapat bersama Komisi I DPR pada 20 Juli 2026, Kementerian Pertahanan menyebut rencana kedatangan kapal pada 20 September 2026.

TNI AL juga telah menyiapkan personel untuk mengikuti pelatihan pengoperasian kapal induk tersebut.

Dengan persetujuan DPR, proses penerimaan hibah kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi kini memasuki tahapan lanjutan.

Kapal yang telah menjadi bagian dari sejarah Angkatan Laut Italia itu nantinya akan menghadapi babak baru dalam pengabdian bersama TNI AL.

Bagi Indonesia, kehadiran kapal tersebut bukan hanya menyangkut penambahan satu aset pertahanan, tetapi juga menjadi tantangan baru dalam membangun kemampuan mengoperasikan, merawat, dan memanfaatkan kapal induk secara efektif untuk kepentingan pertahanan sekaligus misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.(*)

(Kompas.com/Kontan.co.id/Bangkapos)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.