SRIPOKU.COM, BATURAJA - Pekan ketiga bulan Juli 2026, harga karet di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami kenaikan sedikit.
Harga karet kini di angka Rp 18.800 per kilogram untuk penjualan dwi mingguan.
Untuk kawasan Ulu (Semidang Aji dan sekitarnya), harga karet untuk penjualan dwi mingguan dari harga Rp 18.400 per kilogram naik menjadi Rp 18.800 per kilogram.
Sedangkan untuk harga karet yang ditimbang mingguan juga mengalami kenaikan di angka Rp 17.000 per kilogram dan untuk bulanan juga di kisaran Rp 21.600 per kilo gram.
Harga karet untuk di kawasan Ilir (Kecamatan Peninjauan dan sekitarnya) Kabupaten OKU, harga karet yang dijual mingguan ada perubahan sejak awal bulan Juli lalu yaitu di angka Rp 18.300 per kilogram.
Baca juga: Harga Karet di Sumsel Turun Tipis Pekan Ini, Segini Harga per Kilogram Kadar Karet Kering
Untuk penjualan dua mingguan ada penurunan dari Rp 20.000 per kilogram turun menjadi Rp 18.300 per kilogram.
Begitu juga untuk harga karet yang ditimbang bulanan ada perubahan menjadi Rp 22.000 per kilogram.
Pengusaha karet di Peninjauan Mardani kepada Sripoku.com Selasa (21/7/2026) mengatakan, harga karet di Peninjauan biasanya selalu di bawah harga kawasan Ulu.
Namun untuk bulan ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan di atas harga karet di kawasan Ulu.
Untuk awal bulan sebelumnya harga mingguan Rp 18.000 per kilogram naik menjadi Rp 18.300 per kilogram.
Harga dua mingguan, awal bulan lalu Rp 20.000 per kilogram, memasuki minggu ketiga bulan Juli ini turun menjadi Rp 18.300 per kilogram.
Untuk harga jual bulanan sebelumnya Rp 24.500 per kilogram bulan Juli ini turun menjadi Rp 22.000 per kilo gram.
Sedangkan di kawasan Ulu (Semidang Aji sekitarnya) dan Lengkiti, harga mingguan di awal bulan sebelumnya Rp 17.000 per kilogram memasuki minggu ketiga bulan Juli ini tetap di angka Rp 17.000 per kilogram.
Baca juga: Harga Karet di Sumsel Naik 4 Hari Beruntun, Tembus Rp39 Ribu per Kilo, Petani Diminta Jaga Kualitas
Harga dua mingguan sebelumnya Rp 18.400 per kilogram naik menjadi Rp 18.800 per kilogram.
Lalu harga karet yang ditimbang bulanan sebelumnya Rp 21.000 dan bulan Juli ini naik menjadi Rp 21.600 per kilo gram.
Meskipun ada kenaikan dan penurunan sedikit harga karet, namun setidaknya sejak tahun 2025 lalu harga getah karet di tingkat petani lumayan stabil bahkan cenderung naik.
Sehingga petani merasa sangat senang meskipun harga ini belum menggembirakan karena hasil getah karet sangat sedikit dan harga-harga bahan pokok di pasaran mengalami kenaikan yang sangat tajam.
Banyak faktor yang harus dipertimbangkan, seperti dituturkan Mardani (60), petani karet di Kecamatan Peninjauan mengaku hingga saat ini masih akan bertahan di komoditas karet.
Alasannya karena karet sudah menjadi tanaman primadona sejak zaman nenek moyang karena diyakini komoditas andalan ini memang cocok ditanam di Kabupaten berjuluk Bumi Sebimbing Sekundang ini.
Di sisi lain meskipun harga karet mengalami kenaikan sedikit, namun memasuki musim yang kurang menentu ini produksi getah karet berkurang.