'Sulit menutup luka ini' - Lionel Messi buka suara tentang 'rasa sakit yang luar biasa' usai kekalahan final Piala Dunia melawan Spanyol
Hendra Wijaya July 21, 2026 09:52 PM

Lionel Messi akhirnya berbicara setelah kekalahan menyakitkan yang dialami Argentina dari Spanyol di final Piala Dunia. Kapten legendaris tersebut menyampaikan pesan emosional kepada para pendukungnya melalui media sosial, mengakui bahwa rasa sakit akibat kekalahan ini akan membutuhkan waktu lama untuk sembuh.

Messi mengakui rasa sakit mendalam pasca kekalahan di final

Messi mengungkapkan beban emosional yang berat setelah Argentina gagal mempertahankan gelar juara dunia di Stadion MetLife. Dalam pertandingan sengit yang berakhir dengan kemenangan Spanyol di babak perpanjangan waktu, pemain berusia 39 tahun itu membagikan perasaannya melalui Instagram untuk pertama kalinya setelah kekalahan tersebut.

Meski hasilnya pahit, bintang Inter Miami itu tetap menunjukkan keteguhan dan rasa bangga atas pencapaian timnya selama empat tahun terakhir.

Ucapan terima kasih kepada para pendukung Argentina

Penyerang senior yang tampil dalam Piala Dunia keenamnya — rekor baru dalam sejarah — dengan cepat mengalihkan fokus dari kesedihan pribadinya untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada para penggemar yang datang ke Amerika Utara. Sepanjang turnamen Piala Dunia 2026, hubungan erat antara skuad dan pendukung Albiceleste menjadi bagian penting dari perjalanan mereka.

Messi menekankan bahwa kebersamaan tersebut membantu tim tetap bersaing di level tertinggi meskipun berada di bawah tekanan besar untuk mempertahankan gelar mereka.

“Rasa sakit ini luar biasa, dan butuh waktu untuk luka ini sembuh,” tulisnya. “Namun, saya juga berpegang pada semua hal baik... Pertandingan yang kami balikkan, perjuangan habis-habisan, laga-laga yang akan selalu kami kenang, dukungan dari seluruh negeri yang, bersama kerja keras dan usaha kelompok ini, membuat kami sekali lagi menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Saat ini sulit untuk sepenuhnya menyadari apa yang telah kami capai, tetapi kelompok ini berhasil mencapai dua final Piala Dunia berturut-turut.

“Terima kasih dari lubuk hati saya atas setiap salam dan pesan. Sekali lagi, kami berhasil bersatu sebagai bangsa dan merasakan kebanggaan luar biasa menjadi orang Argentina.

“Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada Spanyol atas keberhasilannya menjuarai turnamen ini.”

Adegan menyedihkan di Stadion MetLife

Final tersebut menjadi malam penuh frustrasi bagi ikon Argentina itu, yang tampak tak bisa menahan air mata di Stadion MetLife saat peluit akhir berbunyi. Taktik Spanyol terbukti efektif membatasi pengaruh kapten Argentina, dengan Messi hanya mencatat 54 sentuhan bola selama 120 menit pertandingan.

Gambar-gambar pemain peraih delapan Ballon d'Or itu yang menangis di lapangan menyebar luas di seluruh dunia, menjadi simbol dedikasinya terhadap tim nasional bahkan di penghujung kariernya. Meski kelelahan dan kecewa, sejumlah pemain Spanyol terlihat menghampirinya setelah pertandingan untuk memberikan penghormatan.

Scaloni puji sang kapten legendaris

Di tengah spekulasi mengenai kemungkinan pensiun internasional Messi, pelatih Lionel Scaloni memilih untuk menyoroti warisan sang kapten ketimbang membahas masa depannya. Scaloni tidak mengonfirmasi apakah sudah ada keputusan terkait masa depan sang veteran di level internasional, namun ia tegas dalam memuji kontribusi Messi terhadap sejarah sepak bola Argentina selama masa kepelatihannya.

Sang pelatih meminta publik untuk mengingat kebahagiaan yang telah diberikan pemain berusia 39 tahun itu selama bertahun-tahun, terlepas dari hasil di New Jersey. Menyinggung pengaruh besar bintangnya, Scaloni berkata: “Saya berharap semua orang merasa bangga padanya, atas apa yang telah ia capai, karena dia adalah pesepak bola terbaik yang pernah menginjakkan kaki di lapangan.”

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.