Pernah Jaya Punya 2.200 Pegawai, PT Samwon Akhirnya Pamit dari Jepara Mulai 1 Agustus 2026
raka f pujangga July 21, 2026 10:14 PM

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Kondisi ekonomi tidak stabil mulai berdampak pada sektor industri. Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) menghantui para karyawan.

Beberapa perusahaan dipaksa melakukan efisiensi dengan pengurangan pekerja dampak gonjang-ganjing ekonomi. Bahkan ada juga perusahaan yang harus menutup usahanya lantaran merugi.

Seperti yang dialami PT Samwon Busana Indonesia Jepara terletak di Desa Damarjati, Kecamatan Kalinyamatan.

Baca juga: Dua Perusahaan Garmen Jateng Gulung Tikar, 1.472 Buruh Terancam PHK

Setelah 11 tahun menghiasi perindustrian di Jepara khususnya bergerak di bidang garmen, PT Samwon Jepara pamit dan resmi menutup usaha industri mulai 1 Agustus 2026.

Kodisi keuangan yang tidak stabil lantaran orderan menurun menjadi alasan utama bagi perusahaan menghentikan operasional.

Saat ini, manajemen PT Samwon hanya menyelesaikan sisa orderan dan pemenuhan hak-hak sisa karyawan yang ada.

Operasional perusahaan dipastikan hanya sampai akhir bulan ini atau 31 Juli, selanjutnya PT Samwon Jepara tinggal nama.

PT Samwon Indonesia merupakan perusahaan asal Korea Selatan yang mengembangkan industri garmen di Indonesia. Satu perusahaan didirikan di Kota Semarang sejak 2006, satu perusahaan lagi berada di Jepara sejak 2015.

Perusahaan tersebut memproduksi kemeja dengan market pasar skala ekspor ke Amerika Serikat, sebagian ke Jepang, dan beberapa negara lainnya.

Di Jepara, Samwon merupakan satu di antara industri garmen pertama kali berdiri di Kota Ukir.

Perusahaan tersebut mengalami puncak kejayaan periode 2017-2018 dengan merekrut hingga 2.200 karyawan aktif.

Saat itu, penjualan produk kemeja Samwon cukup menjanjikan, menjadi salah satu perusahaan dengan profit bagus dan terus berkembang.

Hadirnya PT Samwon membantu Pemerintah Kabupaten Jepara dalam mengurangi angka pengangguran, di mana 80 persen dari total karyawannya merupakan warga Kabupaten Jepara.

Hadirnya PT Samwon juga memantik beberapa perusahaan lain yang juga bergerak di bidang industri garmen ikut mendirikan usaha di Kabupaten Jepara.

Petaka mulai terjadi ketika covid-19 menghantam semua sektor usaha, termasuk menurunkan orderan produk dari luar negeri.

Manajemen perusahaan berupaya bertahan dengan melakukan beberapa langkah, di antaranya dengan penguatan buyer agar orderan meningkat kembali.

Pada 2023-2024, orderan justru semakin turun, keuangan perusahaan semakin melemah.

Hingga akhirnya perusahaan melakukan efisiensi sejumlah karyawan pada awal 2026 dengan harapan bisa bertahan di tengah keterpurukan dampak lesunya permintaan.

"Kapasitas perusahaan di Jepara bisa menampung 4.000 karyawan. Paling banyak pernah di angka 2.200 karyawan. Karena kondisi permintaan orderan semakin turun, yang resign kita gak ganti dan sudah ada upaya efisiensi karyawan agar bisa bertahan, namun nyatanya tidak bisa," terang HR Manager PT Samwon Busana Indonesia, Taufan Adi Susilo, Selasa (21/7/2026).

Taufan menyebut, saat ini tinggal 680 karyawan yang masih masuk kerja untk menyelesaikan sisa orderan di bulan Juli.

Perusahaan berjanji akan memberikan hak-hak karyawan di hari terakhir kerja pada 31 Juli. Berupa konpensasi pesangon dengan perhitungan 50 persen dari ketentuan, uang penghargaan karyawan, kompensasi dari sisa cuti tahunan yang belum diambil, serta gaji terakhir Juli.

Taufan menyebut, pesangon yang diberikan hanya 50 persen dari total perhitungan lama masa kerja lantaran kondisi perusahaan dalam keadaan merugi.

Sedangkan gaji Juli dibayarkan pada 5 Agustus, selang lima hari dari pembayaran pesangon dan uang apresiasi diberikan.

Projek Besar di Jepara

Taufan bercerita, PT Samwon Busana Indonesia pada awalnya melakukan ekspansi dari Kota Semarang ke Jepara melihat peluang besar ada di Kota Ukir untuk pengembangan usaha garmen.

Kata dia, iklim investasi di Jepara cukup bagus dengan ketersediaan tenaga kerja yang cukup.

Jepara di pilih sebagai lokasi strategis dalam pengembangan industri garmen. Mengingat perusahaan garmen di Jepara belum banyak.

Hanya membutuhkan waktu sekitar 3 tahun, PT Samwon berhasil melebarkan sayap yang kuat. Di mana 2.200 karyawan diserap dan menjadi bagian dari perusahaan untuk menjalankan roda bisnis.

Meski akhirnya lahir beberapa perusahaan tandingan yang juga bergerak di bidang industri pakaian, Taufan menyebut, hal tersebut tidak terlalu berdampak pada kelangsungan perusahaan lantaran jenis produk yang diproduksi tidak sama.

Kata dia, tutupnya perusahaan murni karena permintaan produk menurun drastis hingga 30 persen.

Penurunan tersebut membuat perusahaan merugi terus menerus dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan ada juga buyer yang menghentikan orderan.

Taufan menyebut, perusahaan bahkan sudah pernah mencoba ambil orderan lain dalam bentuk kemeja perempuan.

Piloting project dilakukan di PT Samwon yang ada di Semarang, namum gagal tidak bisa dikembangkan. Hingga akhirnya perusahaan yang ada di Jepara terpaksa harus ditutup

"Alasan kenapa PT Samwon tutup karena pasca Covid sampai sekarang, kita mengalami kerugian terus-menerus. Untuk karyawan memang tidak bisa dihindari harus ambil langkah PHK. Untuk perusahaan di Semarang saat ini masih aman," tuturnya.

Satu di antara karyawan PT Samwon, Ida mengaku telah mendapatkan sosialisasi rencana penutupan perusahaan.

Baca juga: Rugi 5 Tahun Berturut-turut, PT Samwon Busana Indonesia Jepara Hanya Sanggup Bayar Hak PHK 50 Persen

Dia merasa sedih lantaran sudah 4 tahun bekerja untuk PT Samwon, kini sebentar lagi akan berpisah.

Sebagai tenaga kerja muda dengan usia 24 tahun, Ida berencana istirahat dulu untuk fokus merawat anaknya yang masih kecil.

Selanjutnya berkoordinasi dengan suami kapan sekiranya terjun lagi untuk bekerja.

"Sedih ya pasti empat tahun bekerja di sini. Ini kan salah satu perusahaan yang terbaik di Jepara. Sempat kaget juga begitu ada pengumuman perusahaan akan tutup. Tapi mau bagaimana lagi, kita harus menghormati keputusan perusahaan," ujarnya. (Sam)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.