Profil Wali Kota Tidore Kepulauan yang Siap Mundur Jika Ribuan PPPK Dirumahkan
Pipit Maulidya July 21, 2026 10:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Inilah profil Wali Kota Tidore Kepulauan periode 2025–2030, Muhammad Sinen, yang tengah menjadi sorotan publik.

Muhammad Sinen menarik perhatian setelah menunjukkan sikap tegas terkait nasib ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di wilayahnya yang terdampak beban fiskal daerah.

Ia menegaskan komitmennya untuk pasang badan demi para tenaga honorer dan PPPK, meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mengalami penurunan yang cukup tajam.

Sebagai informasi, Kota Tidore Kepulauan merupakan wilayah yang memiliki nilai sejarah tinggi di Maluku Utara.

Selain pernah menjadi pusat Kesultanan Tidore, kota ini juga merupakan salah satu daerah penghasil rempah-rempah utama dunia sejak abad ke-15.

Pemangkasan Anggaran

Dalam keterangannya di podcast Saksi Kata Tribun Ternate, Muhammad Sinen mengungkapkan bahwa kondisi keuangan Kota Tidore Kepulauan saat ini sedang tidak baik-baik saja.

Jika pada periode sebelumnya saat ia menjabat Wakil Wali Kota, kondisi fiskal relatif stabil, kini terjadi pemangkasan anggaran yang sangat signifikan.

APBD Tidore Kepulauan yang semula berada di angka Rp1,12 triliun kini menyusut drastis menjadi hanya sekitar Rp700 miliar. Di sisi lain, beban belanja pegawai justru melonjak.

"Dulu beban gaji PPPK ditanggung pemerintah pusat. Namun sekarang, sepenuhnya dibebankan pada APBD daerah," jelas Sinen.

Data menunjukkan lonjakan jumlah PPPK yang sangat besar.

Pada tahun 2024–2025, jumlah PPPK yang semula hanya 400 orang dengan beban gaji Rp38 miliar per tahun membengkak menjadi lebih dari 1.800 orang mengikuti arahan MenPAN-RB.

Hal ini membuat estimasi kebutuhan gaji melonjak hingga Rp94 miliar per tahun.

Kebijakan Efisiensi yang Menuai Protes

Demi menjaga keseimbangan neraca keuangan, pemerintah daerah sempat merencanakan pemotongan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) sebesar 30 persen serta penyesuaian gaji PPPK.

Kebijakan ini sempat memicu aksi protes keras dari para pegawai dalam sebuah apel akbar yang berujung kericuhan selama satu jam.

Menanggapi gejolak tersebut, Muhammad Sinen memilih jalan mediasi dan menegaskan bahwa dirinya lebih baik mundur daripada harus merumahkan ribuan tenaga PPPK yang telah mengabdi untuk kota bersejarah tersebut.

Profil Muhammad Sinen: Politisi Senior PDIP

Muhammad Sinen bukanlah orang baru di panggung politik Maluku Utara.

Ia dikenal sebagai kader militan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Berikut profil singkat dan perjalanan kariernya.

Karier Politik

Ketua DPC PDIP Kota Tidore Kepulauan: Menjabat selama periode 2004–2017.

Anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan: Terpilih selama tiga periode berturut-turut pada Pemilu 2004, 2009, dan 2014.

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan: Mendampingi Ali Ibrahim selama dua periode, yakni 2016–2021 dan 2021–2024.

Wali Kota Tidore Kepulauan Terpilih: Memenangi Pilkada untuk periode 2025–2030 berpasangan dengan Ahmad Laiman.

Riwayat Pendidikan

SD Negeri Maitara (1977–1983)

SMP Negeri Mareku (1984–1987)

STM Negeri Ternate (1987–1990)

Sarjana (S1) Universitas Nuku (2004–2008)

Kehidupan Pribadi

Muhammad Sinen menikah dengan Rahmawati Muhammad dan dikaruniai lima orang anak.

Salah satu putranya, Rafdi Maradjabessy, sempat viral beberapa waktu lalu karena kesederhanaannya meskipun sang ayah menjabat sebagai pejabat daerah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.