BOLASPORT.COM - Para pemain PSBS Biak masih belum mendapatkan haknya dari manajemen, padahal Super League 2025/2026 sudah selesai.
Komunikasi sempat dilakukan, namun sekarang terhenti karena ada beberapa nomer pemain yang diblokir oleh manajemen Badai Pasifik.
Asisten pelatih PSBS Biak, Erol Iba, mengatakan ia selalu memperjuangkan hak pemain untuk berkomunikasi dengan manajemen.
Sayangnya, sampai saat ini belum ada kejelasan kapan pembayaran dilakukan.
Erol Iba langsung melaporkan ini ke I.League.
Kata I.League, manajemen PSBS Biak harus segera tanda tangan surat untuk mencairkan dana subsidi yang masih ditahan.
Beberapa klub sudah mencairkan uang subsidi dari I.League.
Erol Iba pun terheran-heran dengan sikap manajemen PSBS Biak.
Erol Iba sampai kesal ketika nomer pemain PSBS Biak diblokir oleh manajemen.
Padahal, pemain punya kejelasan untuk meminta haknya.
"Yang jelas, sudah sering saya sampaikan ya."
"Kalau saya pribadi, saya sudah sering sampaikan tapi enggak ada tanggapan sama sekali."
"Bahkan ada berapa pemain kan sudah diblok sama nomor-nomornya itu," kata Erol Iba kepada awak media termasuk BolaSport.com.
Erol Iba berharap manajemen PSBS Biak bisa berbuka hati.
Ia ingin semua kasus penunggakan gaji bisa cepat selesai agar tidak merembet ke persepakbolaan Indonesia.
"Saya pikir mungkin dengan saya datang ke sini, direksi mau membuka hati."
"Ya melihat tentang penderitaan anak istri yang sudah 4 bulan tidak terima gaji itu."
"Mungkin mereka bisa buka hati untuk datang selesaikan," kata Erol Iba.
Bagi Erol Iba, ini untuk kedua kalinya ia merasakan kasus tunggakan gaji.
Sebelumnya pernah ia rasakan ketika aktif menjadi pesepakbola membela Pelita Jaya.
"Tapi Alhamdulillah diselesaikan."
"Cuma yang sekarang ini yang komunikasi pun bertanya apakah gimana itu tidak ada."
"Penjelasan ke kita ya, yang belum terima gaji itu belum ada," tutup Erol Iba.