Sarjana hingga Lulusan SMA Berangkat Jadi Pekerja Migran, Ini Alasan Warga Bojonegoro
Wiwit Purwanto July 21, 2026 10:32 PM

 

SURYA.CO.ID BOJONEGORO - Kesulitan memperoleh pekerjaan dengan penghasilan layak membuat warga usia produktif di Bojonegoro memilih mencari peluang di luar negeri. Jumlah calon pekerja migran Indonesia asal daerah ini melonjak 41 persen sepanjang semester pertama 2026.

Harapan mendapatkan kehidupan lebih baik menjadi alasan ratusan warga Bojonegoro menyiapkan langkah untuk bekerja ke luar negeri.

Data Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Bojonegoro menunjukkan peningkatan signifikan jumlah Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dibandingkan tahun sebelumnya.

Hingga akhir Juni 2026, tercatat sebanyak 304 warga Bojonegoro terdaftar sebagai CPMI. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan semester pertama 2025 yang hanya mencapai 180 orang.

Gaji Lebih Tinggi Jadi Daya Tarik Bekerja ke Luar Negeri

Kepala Dinperinaker Bojonegoro, Mahmudi, mengatakan peningkatan jumlah CPMI tidak lepas dari faktor ekonomi. Banyak masyarakat menilai pekerjaan di luar negeri menawarkan penghasilan yang lebih menjanjikan dibandingkan peluang kerja yang tersedia di dalam negeri.

Baca juga: Konflik Timur Tengah: PDIP Jatim Desak Pemprov Amankan 7.000 Pekerja Migran

"Secara ekonomi gaji bekerja di luar negeri dinilai lebih tinggi sehingga hal ini menarik minat masyarakat," kata Mahmudi.

Berdasarkan catatan Dinperinaker, tren peningkatan CPMI terjadi hampir setiap bulan. Pada Januari tercatat 28 orang, Februari 55 orang, Maret 29 orang, April 56 orang, Mei 57 orang, dan Juni menjadi bulan dengan jumlah pendaftar tertinggi mencapai 79 orang.

Fenomena tersebut menunjukkan masih tingginya kebutuhan masyarakat usia produktif terhadap pekerjaan dengan penghasilan yang mampu menopang kebutuhan keluarga.

Bekerja ke luar negeri akhirnya menjadi pilihan bagi sebagian warga untuk meningkatkan taraf ekonomi, meski harus meninggalkan keluarga dan lingkungan tempat tinggal.

Dari sisi wilayah, Kecamatan Kedungadem menjadi penyumbang CPMI terbanyak dengan 72 orang. Berikutnya Kecamatan Dander sebanyak 56 orang dan Kecamatan Balen sebanyak 23 orang.

Sementara berdasarkan pendidikan, mayoritas CPMI merupakan lulusan SMA atau sederajat sebanyak 187 orang. Kemudian lulusan SMP sebanyak 90 orang dan lulusan SD sebanyak 33 orang.

Baca juga: Bank Jatim Perkuat Literasi Keuangan dan Layanan Remitansi bagi Pekerja Migran

Taiwan hingga Korea Jadi Tujuan, Sarjana Pun Ikut Berjuang

Taiwan masih menjadi negara tujuan favorit warga Bojonegoro dengan jumlah CPMI mencapai 193 orang. Disusul Hong Kong sebanyak 56 orang dan Malaysia sebanyak 29 orang.

Para pekerja migran asal Bojonegoro banyak terserap di berbagai sektor. Pekerja perempuan umumnya memilih pekerjaan sebagai pekerja rumah tangga dan perawat lansia, sedangkan pekerja laki-laki lebih banyak masuk sektor industri, manufaktur, dan konstruksi.

"Sebagian besar pekerja perempuan bekerja sebagai pekerja rumah tangga dan perawat lansia, sedangkan pekerja laki-laki banyak terserap di sektor industri atau manufaktur serta konstruksi," pungkas Mahmudi.

Salah satu CPMI asal Bojonegoro, Saifuddin (28), mengaku memilih bekerja ke luar negeri setelah kehilangan pekerjaan akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) pada awal 2025.

Pemegang gelar sarjana (S1) tersebut kini tengah berusaha mendapatkan kesempatan bekerja di Korea Selatan. Baginya, pendidikan tinggi belum tentu menjamin seseorang memperoleh pekerjaan dengan penghasilan sesuai harapan.

"Realistis saja, saat ini kebutuhan hidup semakin tinggi, mahal. Sekarang cari kerja tetap susah," ujarnya.

Saifuddin mengaku telah mengikuti kursus bahasa serta pelatihan kerja di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Bojonegoro sebagai persiapan menjadi pekerja migran.

Ia berharap dapat bekerja di sektor manufaktur atau perhotelan di Negeri Ginseng tersebut.

"Pengennya bekerja di perusahaan manufaktur atau di perhotelan. Sudah beberapa kali ujian dan saat ini tinggal menunggu panggilan perusahaan di Korea," pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.