Sosok Pak Toto Pemilik Pengobatan Alternatif Langganan Pejabat di Sukoharjo
raka f pujangga July 21, 2026 10:56 PM

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO – Berdiri sederhana di tengah perkampungan warga Desa Gonilan, Sukoharjo.

Rumah praktik pengobatan alternatif milik Pak Toto mendadak gempar dan jadi perbincangan hangat publik setelah terekam dikunjungi Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa.

Baca juga: Purbaya Minta Investor Tak Khawatir Lagi Beli Saham

Di balik suasana tenang sebuah perkampungan di Desa Gonilan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, terdapat sebuah rumah sederhana yang selama bertahun-tahun dikenal masyarakat sebagai tempat praktik pengobatan alternatif.

Bangunan yang dari luar tampak seperti rumah warga biasa itu belakangan menjadi sorotan publik setelah dikunjungi Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa.

Kedatangan Purbaya pada Jumat (17/7/2026) malam sempat terekam dalam video berdurasi sekitar 35 detik yang kemudian viral di media sosial.

Video tersebut memperlihatkan Purbaya turun dari sebuah mobil berwarna hitam sebelum memasuki rumah itu.

Sementara itu, beberapa orang yang diduga merupakan ajudan dan anggota rombongan menunggu di luar.

Ramainya perbincangan di media sosial membuat banyak orang penasaran dengan rumah yang didatangi salah satu pejabat tinggi negara tersebut.

Hasil penelusuran TribunSolo.com, rumah itu merupakan tempat praktik pengobatan alternatif milik Pak Toto yang sudah cukup dikenal masyarakat, bahkan hingga luar daerah.

Dari luar, bangunan tersebut tidak memiliki ciri khusus layaknya sebuah klinik atau fasilitas pelayanan kesehatan.

Rumah itu berdiri di tengah permukiman warga dengan halaman yang tidak terlalu luas.

Aktivitas di sekitarnya pun berlangsung seperti biasa, mulai dari warga yang berlalu-lalang hingga warung makan yang berada tepat di samping lokasi praktik.

Meski terlihat sederhana, tempat itu ternyata memiliki reputasi yang cukup luas.

Pasien yang datang tidak hanya berasal dari Sukoharjo maupun Solo Raya, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia.

Sebagian besar mengetahui keberadaan tempat tersebut melalui rekomendasi keluarga, kerabat, hingga pasien yang pernah menjalani terapi.

Salah seorang warga sekitar, Sri (60), membenarkan rumah tersebut memang kerap didatangi sejumlah pejabat negara untuk menjalani pengobatan.

"Iya, memang sering ada pejabat yang datang ke sini. Kemarin Jumat malam Pak Menteri Purbaya juga datang sekitar jam tujuh malam," kata Sri saat ditemui TribunSolo.com, Senin (20/7/2026).

Sri yang memiliki warung makan di dekat lokasi mengaku sempat melayani rombongan Menteri Keuangan.

Menurutnya, saat Purbaya berada di dalam rumah, para pendamping dan ajudannya menunggu di luar sambil menikmati makanan dan minuman yang dipesan di warung miliknya.

"Pak Purbaya masuk ke dalam. Yang di luar, asisten atau rombongannya pesan makan dan minuman di sini sambil menunggu," ujarnya.

Bagi warga sekitar, kedatangan pejabat negara ke tempat praktik Pak Toto bukan lagi hal yang mengherankan.

Sri mengungkapkan, sebelum Purbaya, sejumlah pejabat lain juga pernah datang untuk berobat.

"Kalau tidak salah Menteri PUPR juga pernah datang ke sini," tuturnya.

Meski tidak menyebut secara rinci siapa saja tokoh yang pernah berobat, Sri mengatakan kedatangan para pejabat biasanya dilakukan secara tertutup.

Mereka datang tanpa agenda resmi dan baru diketahui warga sekitar setelah kendaraan rombongan memasuki kawasan permukiman.

Menurut Sri, praktik pengobatan alternatif Pak Toto melayani berbagai macam keluhan kesehatan.

Namun, pasien yang paling banyak datang umumnya mengalami gangguan saraf.

"Pengobatan semuanya bisa, tapi yang sering itu masalah saraf," jelasnya.

Selain gangguan saraf, tempat tersebut juga disebut menerima pasien dengan berbagai keluhan kesehatan lainnya.

Karena itu, setiap hari rumah tersebut hampir tidak pernah sepi dari pasien yang datang untuk berkonsultasi maupun menjalani terapi.

Suasana di lokasi pun relatif sederhana.

Tidak ada ruang tunggu mewah ataupun fasilitas layaknya rumah sakit.

Meski demikian, Sri mengaku tidak mengetahui secara pasti tujuan kedatangan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ke tempat pengobatan alternatif tersebut.

Ia juga tidak mengetahui penyakit atau keluhan kesehatan yang hendak diperiksakan.

"Saya tidak tahu beliau berobat karena apa. Yang saya tahu beliau datang, masuk ke dalam, lalu setelah selesai langsung pulang," katanya.

Baca juga: Purbaya Yakin Penempatan Dana Pemerintah di Himbara Bisa Pacu Ekonomi

Terlepas dari itu, viralnya kunjungan Purbaya membuat nama tempat pengobatan alternatif di perkampungan Gonilan kembali menjadi perhatian publik.

Rumah sederhana yang selama ini dikenal dari mulut ke mulut itu kini menjadi sorotan karena ternyata telah lama menjadi tujuan berobat masyarakat dari berbagai daerah, bahkan sejumlah pejabat tinggi negara. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.