Renungan Katolik Hari Ini Rabu 22 Juli 2026, Maria Magdalena: Orang Pilihan Tuhan
Gordy Donovan July 22, 2026 07:47 AM

Oleh: Pastor Frans Banusu

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik hari ini Rabu 22 Juli 2026.

Tema renungan katolik hari ini 'Maria Magdalena: Orang Pilihan Tuhan".

Renungan katolik hari ini disiapkan untuk Pesta Santa Maria Magdalena.

Bacaan hari Kid. 3:1-4a atau 2Kor. 5:14-17; Mzm. 63:2,3-4,5-6,8-9; Yoh. 20:1.11-18 dan BcO Rm. 12:1-21.

Baca juga: Renungan Katolik Hari Rabu 22 Juli 2026, Aku Melihat Tuhan

Bacaan Pertama: Kid. 3:1-4a 

Di atas ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia.

Aku hendak bangun dan berkeliling di kota; di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan kucari dia, jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia.

Aku ditemui peronda-peronda kota. "Apakah kamu melihat jantung hatiku?"

Baru saja aku meninggalkan mereka, kutemui jantung hatiku; kupegang dan tak kulepaskan dia, sampai kubawa dia ke rumah ibuku, ke kamar orang yang melahirkan aku.

Mazmur Tanggapan: Mzm. 63:2,3-4,5-6,8-9;

Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu.

Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau.

Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.

Mzm 63:5    (63-6) Seperti dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, dan dengan bibir yang bersorak-sorai mulutku memuji-muji.

Mzm 63:6    (63-7) Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam, ?

Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku.

Tetapi orang-orang yang berikhtiar mencabut nyawaku, akan masuk ke bagian-bagian bumi yang paling bawah.

Bait Pengantar Injil:
P: Alleluia
U: Alleluia

Bacaan Injil Katolik: Yoh 20:1-18

P: Inilah Injil Yesus karangan Yohanes
U: Dimuliahkanlah Tuhan

P: Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.

Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.

Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."

Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.

Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."

Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.

Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."

Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

P: Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus

Renungan Harian Katolik

Pesta Santa Maria Magdalena

MARIA MAGDALENA: ORANG PILIHAN TUHAN

(Kid. 3:1-4a; Mzm. 63:2.3-4.5-6.8-9; Yoh. 20:1.11-18).

"Tuan, jika Tuan yang mengambil Dia katakanlah kepadaku di mana Tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya." (Yoh. 20:15b).

Mewakili dunia, para Farisi, para ahli Taurat dan masyarakat Yahudi, Maria Magdalena mendapat pengadilan massa tentang kebinasaan jiwa yang tak terselamatkan, menjadi buah bibir harian mengenai kegelapan dosa dan kejahatan. Terduga pandangan mereka, ia telah kehilangan berkat dan  punahlah sudah kesempatan hidup layak sebagai seorang manusia. Dalam dunia raganya terpental, Surga pun terkunci bagi jiwanya. 

Kepongahan akan kesucian hidup yang semu kadang kala tanpa sadar menjebak diri sebagai hakim palsu dalam memvonis hidup dan keselamatan orang lain. 

Peluang hidup pantas sebagai insan beriman selalu saja terbuka di hadapan Tuhan yang amat mengasihi manusia.  Kerahiman Ilahi Allah yang tak terhingga bagi keselamatan hanya diperoleh melalui jalan pertobatan yang sungguh seseorang. Karena kemauannya sendiri untuk berubah total dari cara hidupnya, agar bisa menjadi murid Tuhan, Maria Magdalena sang pendosa berat membuktikan dan memberi kesaksian indah tentang pertobatan sejatinya kepada dunia. 

Menyadari kasih Tuhan yang begitu besar bagi dirinya, ia pun komit untuk memgasihi Tuhan dengan segenap kekuatannya. Ketika tak menemukan Tuhan pada mkam-Nya, ia merasa sangat kehilangan dan seluruh tumpuan harapannya seakan runtuh seketika. Di tengah pergumulan hidup yang berat, kesedihan dan air mata, ia terus berjuang untuk mencari Tuhan. Kerinduan yang kuat untuk berjumpa dengan Yesus dilandasi oleh kasihnya yang kokoh. Ia pun berjumpa dengan Tuhan, sukacita rohani yang penuh ia dapat dan Tuhan Yesus sendiri mengutusnya untuk menjadi saksi sukacita kebangkitan kepada murid-murid-Nya dan dunia. 

Kasih tetap unggul dalam hidup, baik hidup kini di dunia maupun dalam hidup kekal kelak. Kidung Agung dengan lantang mewartakan kekuatan cinta yang luar biasa. Mempelai menaruh cinta yang sangat mendalam sehingga dia akan melakukan apa pun untuk menemukan sang jantung hati. "Kutemukan jantung hatiku. Kupegang dia dan tak kulepaskan lagi." (Kid. 3:4a). Kita telah menemukan Yesus Kristus kekasih jiwa kita, kita pegang Dia dan jangan lepaskan lagi. Bersama santo Paulus, kita berkata, "Kasih Kristus telah menguasai hati kami." (2Kor. 5:14). Sebagai kekasih jiwa, Ia memilih jalan kematian demi keselamatan abadi kita orang berdosa.

Pemazmur menanggapi dalam madahnya, "Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus akan Dikau tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, yang tiada berair." (Mzm. 63:2). 

Beban hidup akibat dosa dan kesulitan-kesulitan praktis lainnya, membawa pergumulan yang tak mudah. Maria Magdalena telah melewati pergumulan berat hidup, karena ada Tuhan. Dosa dan kejahatan sirna ketika ada pertobatan sejati. Kemauan untuk bertobat dan beralih ke jalan yang benar karena kuasa Tuhan, Maria Magdalena mendapat perhatian dan belas kasih istimewa dari Tuhan Yesus. Ia pun mengasihi dan mencintai Tuhan Yesus dengan kekuatan jiwa raganya. Kesempatan iman yang indah pun ia peroleh. Ia yang pertama mendapat warta kabar sukacita paskah langsung dari Tuhan sendiri yang bangkit dari alam maut. Dan diutus untuk mewartakannya. 

Seperti Maria Magdena, mari mengasihi dan mencintai Yesus. Bagi orang yang bertobat, Tuhan beri ruang keselamatan yang sama. Tuhan beri dalam hati kasih hangat yang setia untuk mencari Dia dan diutus menjadi saksi sukacita kebangkitan-Nya dalam dunia. Tuhan terus menuntun hingga bersatu dengan Dia dalam cinta dan hidup abadi. 
Santa Maria Magdalena, di hadapan Sang Gembala Agung jiwa, doakanlah kami orang berdosa ini.

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Rabu/Pekan Biasa XVI/A/II, 220726)..(sumber iman katolik.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.