Kemarau di Gorontalo Diperkirakan Berlangsung hingga 8 Bulan, Puncaknya Agustus-September
Wawan Akuba July 22, 2026 08:45 AM

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Musim kemarau di Provinsi Gorontalo pada 2026 diperkirakan berlangsung cukup panjang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Klimatologi Gorontalo memperkirakan durasi musim kemarau di sejumlah wilayah berkisar antara 11 hingga 25 dasarian, atau sekitar 110 hingga 250 hari.

Jika dikonversi ke hitungan bulan, periode kemarau tersebut diperkirakan berlangsung sekitar 3,5 hingga lebih dari 8 bulan, tergantung wilayah masing-masing.

Kepala Stasiun Klimatologi Gorontalo, Merpati T Nale, mengatakan sebagian besar wilayah Provinsi Gorontalo mulai memasuki musim kemarau sejak awal Juli 2026.

Menurutnya, rata-rata awal musim kemarau di Gorontalo diperkirakan terjadi sejak 1 Juli 2026.

"Menurut prediksi kami, rata-rata musim kemarau itu sejak tanggal 1 Juli. Pada dasarian kedua Juli, Provinsi Gorontalo sudah masuk musim kemarau," ujar Merpati saat diwawancarai TribunGorontalo di Kantor Stasiun Klimatologi BMKG Gorontalo, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango.

Merpati menjelaskan, durasi musim kemarau berbeda-beda di setiap wilayah.

BMKG memperkirakan periode kemarau paling singkat berlangsung selama 11 dasarian, sedangkan yang paling panjang mencapai 25 dasarian.

Dalam istilah BMKG, satu dasarian merupakan periode waktu selama 10 hari.

Dengan demikian, 11 dasarian setara dengan sekitar 110 hari, sedangkan 25 dasarian setara dengan sekitar 250 hari.

"Yang paling panjang 25 dasarian, paling pendek 11 dasarian. Dasarian itu adalah periode sepuluh harian," jelasnya.

Dengan perkiraan tersebut, musim kemarau di sejumlah wilayah Gorontalo dapat berlangsung sekitar 3,5 bulan hingga lebih dari 8 bulan.

Dari seluruh wilayah di Provinsi Gorontalo, Kabupaten Boalemo diperkirakan menjadi daerah yang mengalami dampak kemarau paling berat.

BMKG memprediksi puncak musim kemarau di wilayah tersebut terjadi pada Agustus hingga September 2026.

"Yang paling parah itu di Kabupaten Boalemo. Prediksi kami puncaknya akan terjadi pada Agustus sampai September," katanya.

Menurut Merpati, musim kemarau merupakan siklus yang terjadi setiap tahun.

Namun, durasinya dapat menjadi lebih panjang apabila dipengaruhi fenomena iklim global seperti El Nino.

"Kalau dilihat dari waktunya, musim kemarau itu tiap tahun ada. Tapi kalau dipengaruhi El Nino, maka musim kemarau di setiap daerah akan menjadi lebih panjang," ungkapnya.

Selain potensi kemarau yang berlangsung cukup panjang, BMKG juga mencatat suhu udara maksimum di Gorontalo selama Juli 2026 mencapai 35,4 derajat Celcius.

"Kalau suhu memang fluktuatif. Dari catatan kami pada Juli ini, suhu maksimum yang tercatat sekitar 35,4 derajat Celcius," jelas Merpati.

Menghadapi musim kemarau tahun ini, BMKG mengimbau masyarakat menggunakan air bersih secara bijaksana untuk mengantisipasi berkurangnya ketersediaan air di sejumlah wilayah.

"Untuk menghadapi musim kemarau 2026, himbauan kami masyarakat agar bijak menggunakan air bersih yang ada di Gorontalo," katanya.

Bagi para petani, BMKG meminta agar pola tanam dan metode perawatan tanaman disesuaikan dengan kondisi musim kemarau sehingga risiko gagal panen dapat diminimalkan.

"Untuk para petani, sesuaikan pola tanam dan perawatan tanamannya dengan kondisi musim kemarau," ujarnya.

Sementara itu, pemerintah daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang biasanya meningkat saat musim kemarau.

"Untuk pemerintah daerah harus ada kesiapsiagaan terhadap kebakaran hutan dan lahan," tegasnya.

BMKG Klimatologi Gorontalo akan terus memperbarui informasi mengenai perkembangan musim kemarau di Gorontalo melalui rilis berkala.

Merpati juga mengungkapkan, berdasarkan analisis sementara, Kabupaten Pohuwato diperkirakan mengalami periode hari tanpa hujan yang lebih panjang dibandingkan sejumlah wilayah lainnya di Provinsi Gorontalo.

"Kami akan mengeluarkan rilis terbaru. Untuk Pohuwato, hari tanpa hujannya diprediksi lebih panjang," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.