BREAKING NEWS: Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur dari Jabatan
Nurhadi Hasbi July 22, 2026 09:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM - Nanik S Deyang mundur dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Nanik menjabat sebagai Kepala BGN gantikan Dadan Hindayana, yang ditangka Kejaksaan Agung (Kejagung) kasus korupsi pengadaan motor listrik di BGN.

Ia dilantik pada 8 Juni 2026 bersama wakil kepala BGN, Agustina Arumsari, dan Trenggono.

Sebelum menjabat kepala BGN, Nanik adalah Wakil Kepala BGN.

Nanik dikabarkan mundur dari Kepala BGN karena ingin fokus menjalani pengobatan di luar negeri.

Baca juga: Nanik S Deyang Tiba-tiba Menghilang di KPK, Kantor BGN Dipagari Garis Polisi

Karena kondisi kesehatan, Nanik ingin fokus memperbaiki pola hidup untuk pengobatan jantung.

Nanik mengaku, kondisinya telah dipahami Presiden Prabowo.

Kabar pengunduran diri Nanik S Deyang diumumkan lewat akun Facebooknya:

Nanik Ungkap Alasan Mundur Lewat Facebook

Kabar pengunduran diri Nanik S Deyang diumumkan melalui akun Facebook miliknya.

Berikut pengumuman pengunduran diri Nanik S Deyang:

Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu ( 22/7)  saya berangkat.

Ini bukan karena tidak percaya dokter yg hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yg mau saya tuju.

Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN. 

Kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas dimana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya ( kalau  mencereweti kayaknya masih bisa yg penting tidak berhubungan dengan pegang  uang , sumpah trauma akuttt????????????).

Saya tetap berjuang  dan mendukung Pak Presiden yang saat ini sangat keras berupaya memperbaiki kehidupan  rakyat Indonesia.

14 tahun ikut beliau , saya  tau persis program MBG bukan untuk tujuan politis seperti yang dituduhkan orang, tapi sebagai program untuk benar-benar intervensi gizi anak -anak agar tumbuh menjadi generasi emas dan juga untuk menjaga kesehatan mereka.

Kalau untuk tujuan politis , yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak -anak Balita sampai SD, tiga tahun lagi tahun 2029 mereka belum nyoblos. Jadi kalau ada yg bilang 82 juta penerima manfaat itu untuk Pemilu 2029 mohon diluruskan pemikiran itu agar kita bersama -sama bisa menerima program MBG sebagai program mulia untuk memperbaiki masa depan generasi kita.

Multiplier effect ( efek ganda) dari program MBG juga bisa menggerakan ekonomi bawah atau ekonomi masyarakat. Terbukti kemarin 3 Minggu libur sekolah  dan MBG libur, petani dan peternak mengeluh karena hasil pertanian dan peternakan mereka tidak terserap dan harganya jatuh. 
Demikian juga pedagang di pasar juga sampai harus membuang -buang sayur dan buahnya.
Sejauh ini meski  menjabat Kepala BGN  tidak lama, saya sudah meletakkan dasar -dasar untuk perbaikan ke depan program MBG, termasuk kemarin sore sdh mengganti 5 eselon satu  ( I) yang diambil dari 5 kementerian /lembaga, yaitu dari Kemenkes, Kemndikdasmen, Kemenkeu, BPKP dan Kejaksaan. 

Dengan diambil dari berbagai Kementerian dan lembaga maka ke depan BGN akan diisi oleh orang-orang profesional di bidangnya.

Saat ini juga sudah dibuat 11 Tim untuk melakukan reformasi total di BGN, mulai tim refocusing yaitu untuk memastikan apakah 62 juta lebih penerima manfaat saat ini tepat sasaran ? Pak presiden sudah menyetujui agar program MBG lebih ditujukan ke 3B ( Balita, Busui dan Bumil) , anak -anak SD -SMP serta siswa semua tingkatan  sekolah di kawasan 3T.

Ada juga tim evaluasi untuk 27.877 SPPG yang  sudah operasional , karena tidak semua SPPG memenuhi syarat sesui  Juknis . Kemudian juga ada tim program MBG   di kawasan 3T  ( tertinggal, terdepan dan terluar) yang sebagian besar masih sulit dijangkau dengan transportasi umum. Ada juga tim efisiensi dll.
Insyallah pengganti saya adalah "adik saya" dimana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yg menyimpang.

Saya konsentrasi di kesehatan dulu ya prens ???????????? Soalnya  Kakak Kim dan Ade Ara, sudah tidak mau kompromi untuk kesehatan saya. Mereka minta saya harus membenahi  pola makan  dan tidak boleh stres. Sejak saya sakit mereka terus cek kegiatan saya ngapain saja, dan makan saya apa ? Olahraganya sudah apa  belum? Mereka  berdua benar -benar pengawas kesehatan saya...ha ..ha..

Mari kita dukung program MBG, Bismillah ini akan membawa kebaikkan untuk anak-anak Indonesia dan juga perekonomian di daerah.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.