Enam Siswi SMK di Blora Dilecehkan saat PKL, Pihak Sekolah Membantah
khoirul muzaki July 22, 2026 08:07 AM

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Dugaan kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap enam siswi SMK Negeri 2 Blora mencuat.


Peristiwa memprihatinkan tersebut diduga terjadi ketika para siswi sedang menjalani program Praktik Kerja Lapangan (PKL) di wilayah Salatiga.


Salah satu kerabat korban, PL, menyebut, kekerasan dan pelecehan seksual itu dilakukan saat keponakannya sedang menjalani PKL. 


Mulai dari kekerasan fisik, hingga melakukan hal-hal yang mengarah ke pelecehan seksual.


"Saya sudah ketemu terduga pelaku secara langsung," jelas PL, Selasa (21/7/2026).


Pihaknya juga sudah mendatangi sekolah supaya mau menarik peserta didik dari lokasi PKL. Tujuannya agar anak didik ini keselamatannya bisa terjaga.


Sementara itu, salah satu orang tua korban yang enggan disebut namanya, mengaku anaknya sempat trauma akibat insiden tersebut. Bahkan dia sempat tak nafsu makan selama berhari-hari. 

Baca juga: Badai PHK Berlanjut, Pabrik Garmen Raksasa di Jepara Resmi Tutup


"Anak saya trauma. Enggak mau keluar rumah. Murung dan enggak mau makan. Saya juga sampai 2 hari enggak nafsu makan akibat memikirkan anak saya," jelasnya.


Sementara itu,  Kepala SMK Negeri 2 Blora, Muhtar Hadi, membantah adanya pelecehan seksual terhadap muridnya di lokasi PKL di Salatiga tersebut.


"Mohon maaf kak, terkait hal tersebut, tidak ada siswa kami yang mengalami pelecehan seksual. Semuanya aman dan baik-baik saja nggih," terangnya, saat dikonfirmasi Tribunjateng.com.


Saat ditanya terkait keberadaan keenam siswi tersebut, Muhtar menyampaikan bahwa kondisinya aman-aman saja.


"(Saat ini keenam siswi tersebut di Blora apa di Salatiga pak?) Semuanya aman-aman saja kak," paparnya.(Iqs)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.