10 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Jembatan Akses Utama Warga di Sungki Kertapati Palembang Ambruk
Odi Aria July 22, 2026 09:27 AM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Jembatan yang menjadi akses utama warga di Jalan Kemas Rindo (Sungki), RT 43, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, ambruk pada Rabu (22/7/2026) pagi.

Akibat ambruknya jembatan tersebut, aktivitas masyarakat dan pelajar yang selama ini mengandalkan jalur tersebut terhenti.

Warga kini terpaksa memutar dengan jarak yang jauh lebih panjang untuk mencapai tujuan.

Ketua RT 43, Riana, mengatakan dirinya menerima laporan dari warga sekitar pukul 05.45 WIB setelah jembatan diketahui sudah tidak dapat dilalui.

"Jembatannya sudah ambruk, sudah tidak bisa digunakan oleh masyarakat untuk beraktivitas," ujar Riana saat dikonfirmasi, Rabu.

Menurutnya, warga baru mengetahui kondisi jembatan saat hendak memulai aktivitas pada pagi hari.

"Saya mendapat laporan dari warga kalau jembatan tersebut ambruk sekitar pukul 05.45 WIB," katanya.

Berdasarkan video yang direkam warga, badan jembatan terlihat terlepas dari tiang penyangga.

Derasnya arus Sungai Musi diduga menjadi salah satu penyebab struktur jembatan tidak lagi mampu menahan beban hingga akhirnya ambruk.

Tidak hanya badan jembatan yang putus, sejumlah tiang penyangga juga ikut roboh.

Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Meski demikian, Riana mengungkapkan sempat ada seorang warga yang melintas sesaat sebelum jembatan ambruk.

"Tadi ada yang melintas, beruntung berhasil selamat," ujarnya.

Putusnya akses tersebut memberikan dampak besar bagi masyarakat sekitar, terutama para pelajar yang setiap hari menggunakan jembatan itu untuk menuju sekolah.

Sebelumnya, jembatan tersebut menjadi jalur tercepat yang menghubungkan permukiman warga sehingga perjalanan hanya memerlukan waktu beberapa menit.

Kini warga harus mengambil jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu lebih lama.

Masyarakat berharap Pemerintah Kota Palembang maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan segera turun tangan membangun kembali jembatan tersebut agar aktivitas warga dapat kembali normal.

"Jembatan kami sudah ambruk. Tolong kepada pemerintah untuk memperbaiki jalan kami karena inilah akses utama kami untuk beraktivitas seperti biasanya," tutur Riana.

Sudah 10 Tahun Tak Diperbaiki

Riana mengungkapkan jembatan tersebut sudah sekitar 10 tahun tidak mendapatkan perbaikan.

Selama itu pula, sedikitnya 10 warga dilaporkan terjatuh akibat kondisi jembatan yang miring dan bergoyang saat dilewati.

"Sudah sekitar 10 tahun tidak diperbaiki. Banyak masyarakat resah, bahkan sekitar 10 orang sudah terjatuh. Baru-baru ini ada ibu-ibu yang membawa anak juga ikut terjatuh," ungkapnya.

Ia mengaku terus memperjuangkan perbaikan jembatan dengan mengajukan permohonan kepada berbagai pihak, mulai dari anggota DPRD hingga Pemerintah Kota Palembang. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut berupa perbaikan.

Karena itu, warga berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan maupun Pemerintah Kota Palembang segera turun tangan memperbaiki jembatan tersebut.

"Kami berharap kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Palembang, khususnya Wali Kota Palembang Ratu Dewa, agar melihat langsung kondisi warga yang sangat membutuhkan perbaikan jembatan ini," tutup Riana.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.