5 Provinsi dengan Pengangguran Terendah di Sumatera, Sumsel di Bawah Bengkulu di Atas Lampung
Yandi Triansyah July 22, 2026 09:27 AM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Roda perekonomian nasional terus bergerak mengikis angka pengangguran. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2026 mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) secara nasional berada di angka 4,86 persen atau setara dengan 7,24 juta jiwa. 

Angka ini membaik tipis sebesar 0,08 persen poin jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Di kawasan Pulau Sumatra, dinamika serapan tenaga kerja memperlihatkan lanskap yang menarik. 

Baca juga: Perbandingan PAD Kota Tua vs Kota Pendidikan, Palembang Saingi Yogyakarta Realisasi Pendapatan

Sejumlah daerah berhasil menekan proporsi penduduk usia kerja yang menganggur hingga berada jauh di bawah rata-rata nasional.

TPT sendiri merupakan indikator krusial BPS untuk mengukur persentase angkatan kerja yang belum bekerja, sedang aktif mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha baru, hingga mereka yang terpaksa gigit jari karena merasa mustahil mendapatkan pekerjaan.

Lantas, wilayah mana saja di Sumatra yang berhasil mencatatkan daya serap tenaga kerja paling optimal?

Berdasarkan laporan BPS per Februari 2026, berikut daftar lima provinsi di Pulau Sumatra dengan angka Tingkat Pengangguran Terbuka paling rendah:

1. Bengkulu (3,23 persen)

Bengkulu tampil sebagai juara bertahan dalam efektivitas penyerapan angkatan kerja di Sumatra. 

Dengan TPT hanya 3,23 persen, provinsi yang menghadap Samudra Hindia ini berhasil menjadi daerah dengan persentase pengangguran terendah di seluruh kawasan Sumatra.

2. Sumatra Selatan (3,59 % )

Menempel ketat di posisi kedua, Sumatra Selatan (Sumsel) membukukan TPT sebesar 3,59 persen. 

Geliat sektor pertanian, perkebunan, hingga proyek strategis dan jasa di Bumi Sriwijaya terbukti efektif menjaga ketahanan pasar kerja lokal.

3. Lampung (3,95 % )

Sebagai pintu gerbang utama Pulau Sumatra, Lampung menempati urutan ketiga dengan angka TPT 3,95 persen. 

Kuatnya rantai pasok komoditas pangan dan aktivitas logistik antarpulau menjadi tulang punggung serapan tenaga kerja di wilayah ini.

4. Jambi (3,99 % )

Jambi berhasil menembus jajaran empat besar dengan menahan laju TPT di angka 3,99 persen. 

Sektor komoditas unggulan dan UMKM yang terus tumbuh menjadi peredam kejut berfluktuasinya lapangan kerja.

5. Riau (4,09 % )

Melengkapi lima besar, Riau mencatatkan TPT sebesar 4,09 persen. 

Aktivitas industri pengolahan, perkebunan kelapa sawit, dan sektor migas di Riau masih memiliki daya pikat tinggi untuk menyerap angkatan kerja produktif.

Menghitung Makna di Balik Persentase

Meski persentase TPT di kelima provinsi tersebut tergolong rendah dan berada di bawah rerata nasional (4,86 % ), ada catatan penting yang patut dipahami. R

endahnya persentase TPT tidak serta-merta menggambarkan secara mutlak bahwa jumlah fisik orang yang menganggur di daerah tersebut sangat sedikit.

Indikator TPT dihitung berdasarkan pembanding total angkatan kerja, bukan jumlah total populasi penduduk. 

Oleh karena itu, penurunan atau rendahnya persentase TPT bisa dipicu oleh dua faktor utama: murni bertambahnya orang yang terserap di lapangan kerja, atau berkurangnya/bergesernya jumlah angkatan kerja itu sendiri.

Kendati demikian, bertahannya Bengkulu, Sumsel, hingga Riau di jajaran papan atas TPT terendah menjadi sinyal positif bahwa denyut aktivitas ekonomi daerah di Sumatra masih mampu menjadi benteng pertahanan bagi para pencari kerja.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.