Emehdeyeh Resmikan Studio Baru di Kubu Raya, Perkuat Ekosistem Seni dan Budaya Kalbar
Dhita Mutiasari July 22, 2026 09:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Kolektif seni Emehdeyeh resmi menempati studio barunya di kawasan Parama Mini Soccer, Jalan Karya, Pal 9, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Kehadiran studio ini menjadi babak baru dalam upaya memperkuat ekosistem seni, budaya, dan kolaborasi kreatif di Kalimantan Barat.

Sebelumnya, Emehdeyeh berkegiatan di D'Play, Jalan WR Supratman, Pontianak.

Perpindahan ke lokasi baru merupakan bagian dari komitmen kolektif untuk menghadirkan ruang seni yang lebih representatif, terbuka, dan berkelanjutan bagi pelaku seni maupun masyarakat.

Sejak berdiri, Emehdeyeh aktif menginisiasi berbagai program seni rupa, riset budaya, pendidikan seni, diskusi publik, pameran, hingga kolaborasi lintas disiplin yang melibatkan seniman, akademisi, komunitas, dan masyarakat.

• Kolektif Emehdeyeh Suarakan Isu Perubahan Iklim Lewat Pameran Jemuran

Seluruh kegiatan tersebut berangkat dari upaya mengangkat pengetahuan lokal Kalimantan Barat melalui praktik artistik.

Direktur Kolektif Emehdeyeh, Zakaria Pangaribuan, mengatakan studio baru tidak hanya berfungsi sebagai ruang kerja anggota kolektif, tetapi juga menjadi ruang bersama yang dapat dimanfaatkan berbagai kalangan.

"Studio bukan sekadar tempat bekerja, melainkan ruang untuk bertemu, berdialog, bertukar pengetahuan, dan membangun kolaborasi. Kami ingin studio ini menjadi rumah bersama yang memungkinkan berbagai gagasan lahir dan berkembang melalui seni," ujarnya, Selasa 21 Juli 2026.

Studio tersebut diproyeksikan menjadi pusat berbagai aktivitas, mulai dari pameran seni, diskusi, lokakarya, pemutaran film, kelas kreatif, residensi seniman, pertunjukan seni, hingga kegiatan budaya lainnya.

Dengan konsep ruang terbuka, Emehdeyeh berharap studio ini dapat diakses oleh seniman, komunitas, mahasiswa, peneliti, hingga masyarakat umum.

Di tengah masih terbatasnya ruang seni independen di Kalimantan Barat, kehadiran studio baru ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem seni lokal sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kegiatan seni dan budaya.

Selain menjadi ruang berkarya, studio juga dirancang sebagai ruang alternatif bagi komunitas yang membutuhkan tempat untuk menyelenggarakan program seni dan budaya.

Melalui koordinasi dengan pengelola, fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan kolaboratif di bidang seni rupa, sastra, musik, film, seni pertunjukan, hingga program edukasi.

Ke depan, Studio Emehdeyeh akan menjadi pusat pelaksanaan sejumlah program strategis, seperti Art Borneo 2026, program residensi seniman, laboratorium riset budaya, pengarsipan, pendidikan seni, inkubasi kreatif, serta forum diskusi yang mempertemukan pelaku seni dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan kawasan Borneo.

Melalui studio baru ini, Emehdeyeh berharap dapat terus mendorong lahirnya karya-karya kreatif, memperluas jejaring antarpelaku budaya, serta menghadirkan ruang yang inklusif bagi masyarakat.

Perpindahan studio ini menjadi lebih dari sekadar perubahan alamat, tetapi juga langkah strategis untuk menciptakan ruang seni yang hidup, terbuka, dan tumbuh bersama masyarakat.

Sebagai kolektif seni yang berbasis di Pontianak, Emehdeyeh bergerak di bidang seni rupa kontemporer, riset budaya, pengarsipan, pendidikan seni, serta pengembangan program kolaboratif.

Melalui pendekatan lintas disiplin, kolektif ini berupaya menghubungkan praktik artistik dengan pengetahuan lokal, masyarakat, serta isu-isu ekologi sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem seni dan kebudayaan di Borneo.

Tentang Kolektif Emehdeyeh

Kolektif Emehdeyeh merupakan komunitas seni rupa independen yang berbasis di Pontianak, Kalimantan Barat.

Kolektif ini berfokus pada penciptaan karya seni berbasis riset, pengembangan tata kelola seni, serta membuka ruang apresiasi dan kolaborasi bagi seniman lokal.

Sebagian besar anggotanya merupakan seniman muda yang ingin memperkuat ekosistem seni di Kalimantan Barat.

Beberapa hal yang menjadi ciri Kolektif Emehdeyeh antara lain:

Mengangkat isu budaya, lingkungan, sosial, hingga identitas lokal Kalimantan Barat dalam karya-karyanya.

Menggabungkan berbagai medium seni seperti lukisan, instalasi, patung, hingga seni digital.

Aktif berkolaborasi dengan komunitas, kampus, organisasi masyarakat sipil, dan lembaga kebudayaan.

Salah satu kegiatan yang pernah digelar adalah Pameran Nugal pada 2022. "Nugal" merupakan istilah dalam bahasa Dayak Binayuh yang berarti berladang, dipilih sebagai simbol menanam benih baru bagi tumbuhnya apresiasi seni di Kalimantan Barat. Pameran tersebut menampilkan karya para seniman Emehdeyeh sekaligus melibatkan komunitas dan penulis muda Pontianak.

Pada 2023, Emehdeyeh juga menyelenggarakan pameran seni kontemporer "Talawang Kala Kini" yang menampilkan karya Zakaria Pangaribuan.

Pameran tersebut mengangkat tema pertahanan diri dan merespons berbagai isu kontemporer seperti politik, hukum, lingkungan, pendidikan, dan budaya melalui pendekatan seni berbasis simbol serta mitologi Dayak.

Kabar terbaru, Kolektif Emehdeyeh telah menempati studio baru di kawasan Parama Mini Soccer, Jalan Karya, Pal 9, Kabupaten Kubu Raya. 

Studio ini diharapkan menjadi ruang berkarya, berdiskusi, menggelar pameran, dan memperluas kolaborasi lintas disiplin seni di Kalimantan Barat.(*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.