Operasi Nasr 2 Iran sasar enam negara di kawasan Teluk.
Gelombang serangan rudal dan drone Teheran tersebut 'hujani' pangkalan militer Amerika Serikat (AS) hingga dilaporkan luluh lantak.
Mengutip Al Mayadeen pada (22/7), hal ini diumumkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), merilis daftar enam negara yang menjadi sasaran empuk gempuran rudal dan drone mereka.
Serangan masif bertajuk Operasi Nasr 2 ini dilancarkan Iran sebagai balasan atas operasi militer terbaru pasukan Amerika Serikat di wilayah selatan Iran.
Keenam negara yang menjadi target gempuran tersebut adalah Yordania, Bahrain, Kuwait, Oman, Suriah, hingga Qatar.
Seluruh negara sasaran tersebut diketahui menampung pangkalan serta fasilitas strategis militer milik Amerika Serikat.
Di Bahrain, gempuran Iran berhasil menghantam Markas Besar Armada Kelima AS, fasilitas radar C-RAM, gudang senjata, hingga pusat data intelijen.
Gelombang serangan rudal dan drone Iran di Kuwait menyasar Pangkalan Udara Ali Al Salem serta Ahmad Al Jaber hingga merusak radar strategis FPS dan sistem Patriot.
Selain pangkalan udara, serangan di Kuwait turut merontokkan peluncur HIMARS, markas logistik Angkatan Darat AS, serta dermaga bahan bakar di Pelabuhan Al Ahmadi.
Sementara itu di Yordania, Pangkalan Udara Muwaffaq Al Salti dan Pangeran Hassan menjadi sasaran utama gempuran rudal Iran.
IRGC mengklaim berhasil menghancurkan beberapa jet tempur jenis F-15, F-16, dan F-35, hanggar drone MQ-9, serta depot rudal utama milik AS di Yordania.
Tak berhenti di situ, radar pengawas maritim dan udara milik militer AS di Oman juga tak luput dari bidikan rudal Teheran.
Di Suriah, gempuran IRGC melumpuhkan pusat komando Operasi Khusus AS di Pangkalan Al-Tanf dan menyebabkan tewasnya sejumlah prajurit Amerika.
Sedangkan di Qatar, serangan dilaporkan melumpuhkan sistem radar jarak jauh serta pesawat tanker pengisi bahan bakar udara di Pangkalan Al Udeid.
Menyusul keberhasilan Operasi Nasr 2, IRGC melayangkan peringatan terbuka kepada negara-negara tetangga di kawasan Teluk yang menampung pangkalan AS.
Teheran menegaskan bahwa setiap wilayah yang dijadikan pijakan oleh Washington untuk menyerang Iran dipastikan akan menerima aksi balasan yang tak kalah setimpal.