TRIBUN-MEDAN.COM – Gubernur Sumut Bobby Nasution menjawab soal wacana buka jalur tol nasional Medan-Berastagi.
Adapun buntut kecelakaan maut di Sibolangit baru-baru ini, Gubsu Bobby Nasution soroti perlintasan Sibolangit yang tergolong membahayakan dan rawan.
Bobby juga menyinggung mengenai wacana buka jalur tol Medan-Berastagi.
Ia menilai perlintasan di wilayah Sibolangit memang tergolong rawan dan membahayakan jika kendaraan pribadi (roda empat) terus dipaksa melintas secara bersisian dengan kendaraan bertonase berat (jalur logistik).
Menanggapi situasi darurat lalu lintas di jalur penghubung Medan-Berastagi tersebut, Bobby mengaku tengah menjalin koordinasi intensif bersama pemerintah kabupaten setempat guna merumuskan opsi perlintasan alternatif khusus angkutan barang.
"Jalan di sana memang dari kemarin sudah saya sampaikan itu sebenarnya perlu jalur khusus.
Baca juga: 2 Pria Misterius Bertubuh Besar Penculik Jesslyn, Menyelinap ke Ultah Nenek lalu Tutup Mata Korban
Kita inginkan antara jalur logistik dan roda empat ini dipisah. Kami dengan Pak Bupati sedang mencari jalur alternatif," ujar Bobby Nasution, Selasa (21/7/2026).
Gubsu tak menampik bahwa realisasi rute baru tersebut menghadapi sejumlah hambatan teknis di lapangan.
Menurutnya, dibutuhkan pekerjaan fisik yang cukup masif agar prasarana lintasan baru dapat menampung kekuatan dan kapasitas alat-alat berat.
"Ada beberapa alternatif yang disampaikan, namun membutuhkan pembangunan yang sedikit masif," terangnya.
Selain wacana pembukaan jalur alternatif khusus armada berat dari ranah Pemprov, Bobby juga menyinggung adanya masukan dari para tokoh masyarakat terkait gagasan jangka panjang pembangunan jalan tol di koridor tersebut.
Kendati status perlintasan Sibolangit berada di bawah wewenang Pemerintah Pusat sebagai jalan nasional, Pemprov Sumut berjanji akan menjembatani aspirasi tersebut ke kementerian terkait.
"Beberapa tokoh juga menyampaikan proposal untuk pembangunan jalan tol.
Kami dari wewenang provinsi fokus mencari jalan alternatif untuk kondisi alat berat dan roda empat.
Meski itu jalan nasional, tetap coba kami koordinasikan," kata Bobby.
Baca juga: Pengakuan Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN Disetujui Prabowo, Bocorkan Calon Penggantinya
Kecelakaan Beruntun Sibolangit yang Menewaskan 4 Orang
Sebelumnya, insiden kecelakaan beruntun di Jalan Jamin Ginting, Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (17/7/2026) kemarin mengungkap fakta baru.
Truk tronton bermuatan air mineral dengan nomor polisi BK 8453 SG itu ternyata mengalami rem blong hingga menghantam delapan kendaraan yang menewaskan empat orang dan melukai enam lainnya.
Dikutip Tribun-medan.com, truk berangkat dari arah Berastagi menuju Medan.
Sopir Bronsom Sinaga alias Ilham bersama kernet Suherman Kurniawansyah, ternyata telah menyadari kerusakan gearbox saat melintas di sekitar Koramil 03/SBL.
Baca juga: Perselingkuhan Suami Terbongkar lewat Chat, Selingkuhan Doakan agar Istri Cepat Meninggal Dunia
Selanjutnya, transmisi gagal berfungsi, rem tidak bekerja, hingga truk meluncur tanpa kendali di jalan menurun.
Truk sempat menyerempet truk tangki di SPBU Sibolangit sebelum menghantam antrean kendaraan di depan Restoran Garuda Green Hill.
Atas kejadian tragis ini, empat orang meninggal dunia di lokasi. Sementara, delapan lainnya luka-luka.
Mereka korban yang meninggal dunia di tempat ialah:
1. Heppi Sitinjak (60) – Sidikalang
2. Dinaria Manik (60) – Sidikalang
3. Samsir Sitinjak (30) – Sidikalang
4. Anton Simorangkir (38) – Sibolangit
Korban luka-luka:
Sementara, enam orang masih dirawat, di antaranya:
1. Siti Mawan (51) – Sidikalang
2. Pebrianto Siburian (31) – Sidikalang
3. Rafika Lince (41) – Berastagi
4. Harta Ulina (50) – Berastagi
5. Seventri Amandasari Manihuruk (27) – Dairi
6. Five Sitinjak (11) – Dairi
Dua orang lainnya telah pulang ke rumah dengan perawatan jalan.
(*/tribun-medan.com)