Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Polsek Tanjungkarang Barat memburu pelaku curanmor yang todongkan senpi ke pegawai di kantor Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Senin (20/7/2026).
Baca Juga: Polisi Ungkap Kasus Curanmor di Candipuro, 5 Orang Ditangkap Termasuk ABH
"Jadi kami membenarkan adanya insiden percobaan curanmor di wilayah kami dan saat ini tengah diburu pelakunya," kata Kapolsek Tanjungkarang Barat, AKP Martoyo, Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa peristiwa tersebut hanya percobaan dan motor tidak berhasil diambil oleh pelaku.
Namun korban belum membuat laporan polisi (LP) karena kendaraannya gagal dibawa kabur dan polisi memastikan tetap melakukan perburuan.
Unit gabungan masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku.
Ia mengatakan, bahwa aksi pelaku percobaan pencurian terekam kamera pengawas (CCTV).
Meski gagal menggasak motor incaran, para pelaku sempat mengancam korban dengan mengacungkan benda diduga senjata api (senpi) ke arah petugas kecamatan yang mencoba mengejar.
Berdasarkan rekaman CCTV, dua pelaku datang berboncengan menggunakan motor Honda Beat.
Pelaku menyamarkan identitas dengan tampil tertutup rapat mengenakan helm dan jaket.
Pelaku melancarkan aksinya dengan membagi perannya, pertama pelaku bertahan di atas motor sembari memantau situasi sekitar (joki).
Pelaku kedua turun dari motor dengan mengeksekusi kendaraan milik korban dengan berusaha merusak kunci kontak dengan alat pembobol.
"Aksi tersebut seketika berantakan saat seorang petugas kecamatan yang keluar dari gedung mendadak memergoki gerak-gerik mencurigakan pelaku," terang Martoyo.
Para pelaku panik hingga berhamburan saat pegawai kecamatan melihat aksi tindak pidana tersebut.
Lalu petugas kecamatan tersebut sempat melemparkan kursi ke arah pelaku.
Lemparan tersebut mengenai sasaran hingga membuat sepeda motor yang dikendarai kedua pelaku jatuh tersungkur.
Namun suasana berubah mencekam ketika salah satu pelaku membela diri dengan senpi dan menodongkannya ke arah kerumunan pegawai.
Para pegawai memilih mundur dan masuk kembali ke dalam kantor karena ketakutan.
Situasi itu dimanfaatkan oleh kedua pelaku curanmor untuk bangkit dan kabur dari lokasi kejadian.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)