PB XIV Mangkubumi: Revitalisasi Keraton Solo Dimulai Pekan Ini
GH News July 22, 2026 12:09 PM
Surakarta -

Keraton Solo akan memulai revitalisasi sejumlah bangunan bersejarah mulai pekan ini. SISKS Paku Buwono XIV Mangkubumi mengatakan proyek tersebut mencakup 13 titik, mulai dari Bangsal Pradonggo Kidul hingga Museum Keraton Solo.

Dari pantauan detikJateng, PB XIV Mangkubumi mengatakan revitalisasi dimulai Kamis (23/7/2026). Tahap awal revitalisasi berfokus pada area museum keraton.

"Ini yang kita upayakan dulu karena sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi. Ya ini mengupayakan dulu yang atas supaya tidak menjadi beban. Ini mulai dikerjakan di awal-awal dulu. Nanti setelah itu kerja sama dengan BPK mulai melanjutkan untuk mengerjakannya secara maksimal," ujarnya ditemui di kawasan Keraton Solo, Selasa (21/7/2026), dikutip dari detikJateng.

Dia tidak merinci 13 yang akan direvitalisasi itu. Dia hanya menyebut bagian yang direvitalisasi di antaranya museum, sejumlah bangunan ikonik seperti Pagelaran, Sitinggil, Kasentanan, Panti Pidono, kawasan Kraton Kilen, hingga Panggung Sangga Buwana akan diperbaiki secara serempak.

"Ada 13 titik. Tapi mungkin nanti fokusnya paling banyak ada di museum karena koleksi-koleksinya ini juga harus segera dikonservasi semua, didata semua, diinventaris semua. Harus melalui mekanisme yang benar karena memang menyimpan banyak koleksi-koleksi yang harus benar-benar terawat untuk ke depannya," kata dia.

Terkait teknis pelaksanaan, Mangkubumi memastikan bahwa pihak Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) akan langsung terjun ke lapangan untuk melakukan pengecekan lokasi serta memindahkan koleksi-koleksi museum ke tempat yang lebih layak sebelum pengerjaan dimulai.

"Insyaallah Kamis. Kamis sudah mulai dari BPK langsung terjun ke lapangan. Ini mau cek lokasi juga nanti yang mau dikerjakan. Mungkin tinggal memindahkan beberapa koleksinya di tempat yang layak gitu," kata dia.

Selama proses revitalisasi, Mangkubumi menegaskan bahwa Museum Keraton Solo akan ditutup total untuk kunjungan wisatawan. Hal ini dilakukan agar pihak pemerintah melalui kementerian terkait bisa bekerja secara maksimal tanpa terganggu aktivitas luar.

"Oh ditutup. Ditutup supaya lebih maksimal nanti pengerjaan dari pemerintah untuk revitalisasi jadi kita tutup total. Jadi tidak ada aktivitas, hanya aktivitas pengerjaan dari BPK. Nanti setelah selesai baru kita buka kembali," ujar dia.

Menurutnya, revitalisasi kawasan Keraton Solo dapat diselesaikan pada akhir tahun ini. Kendati demikian, proses revitalisasi dipastikan akan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya untuk menyasar bagian bangunan lainnya yang belum tersentuh.

"Insyaallah kalau bisa tahun ini selesai. Tahun depan mungkin yang lain lagi karena revitalisasi kan akan berlanjut terus," kata dia.

Saat ini, Mangkubumi juga menyusun rencana revitalisasi di kawasan Museum Keraton Solo. Saat ini sedang disusun detail konsep atau melakukan pengaturan agar taman tersebut memiliki fungsi yang optimal bagi masyarakat.

"Untuk desainnya tetap berbeda. Cuma nanti konsepnya seperti apa, nanti kita masih, ya itu masih setting-setting gitu sih. Masih setting-setting semuanya. Yang penting kita mau merangkai taman ini menjadi lebih baik yang bisa difungsikan nantinya," kata dia.

Dia berharap taman di tengah Museum Keraton Solo tersebut tidak hanya menjadi penghias kawasan keraton, tetapi juga menjadi ruang publik yang bisa dinikmati wisatawan.

"Tidak hanya sebatas taman, syukur-syukur bisa dinikmati oleh banyak masyarakat, khususnya wisatawan untuk berswafoto. Tapi tidak hanya itu, nantinya dibikin untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya pertunjukan dan sebagainya, insya Allah," kata dia.

Selain fokus pada penataan lanskap taman, Mangkubumi juga mengungkapkan adanya temuan beberapa artefak sejarah yang selama ini berada di area luar. Benda-benda bersejarah tersebut nantinya akan ditarik ke dalam untuk menjadi bagian dari koleksi museum.

"Saya cuma mau menunjukkan bahwasanya masih ada beberapa artefak yang tertinggal di luar, yang nantinya akan menjadi koleksi di dalam dan ini kan sedang dicari storyline-nya," kata dia.

Berdasarkan identifikasi awal, artefak yang ditemukan tersebut diduga kuat merupakan bagian dari fasilitas pemandian kuno atau sendang yang dilengkapi dengan penanda waktu.

"Tempat mandi kalau tidak salah. Kamar mandi, sendang airnya. Ada jam, benar jam. Biar tetap ada airnya," ujar dia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.