Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Jenazah yang ditemukan mengapung di pesisir Pulau Kandang Balak, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, dipastikan berjenis kelamin laki-laki.
Baca juga: Motor Oleng ke Jalur Berlawanan, Pelajar Tewas Ditabrak Truk di Lamongan
Temuan tersebut membuat kepolisian memastikan jasad itu bukan penumpang perempuan yang sebelumnya dilaporkan terjatuh dari KMP Batumandi.
Kasi Humas Polres Lampung Selatan AKP I Wayan Susul mengatakan, perbedaan jenis kelamin menjadi salah satu dasar petugas menyimpulkan bahwa jenazah tersebut tidak berkaitan dengan insiden orang jatuh ke laut dari kapal penyeberangan tersebut.
"Berbeda. Karena kalau yang terjatuh di kapal itu kan perempuan, kalau yang ditemukan di Kandang Balak itu laki-laki," kata AKP I Wayan Susul, Selasa (21/7/2026).
Jenazah itu ditemukan pertama kali oleh seorang nelayan bernama Marno pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Pos SAR Bakauheni sekitar pukul 10.10 WIB untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Menerima laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung mengerahkan personel dari Pos SAR Bakauheni menuju lokasi penemuan di perairan Pulau Kandang Balak. Tim menuju titik tersebut yang berjarak sekitar 1,35 mil laut arah tenggara dari pos dengan menggunakan perahu karet (RIB) dan waktu tempuh sekitar 15 menit.
Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan lanjut sehingga menyulitkan proses pemeriksaan awal. Petugas menemukan korban dalam posisi mengapung telungkup dengan mengenakan kaus hitam dan penutup kepala, sementara bagian bawah tubuh tidak mengenakan celana.
Kondisi fisik yang telah mengalami perubahan membuat proses identifikasi belum dapat dilakukan secara menyeluruh. Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas korban serta memastikan penyebab kematian.
Sebelumnya, Basarnas Lampung melakukan pencarian terhadap Zora Panasea Martauli Ompusunggu (19), warga Jawa Barat, yang diduga terjatuh ke laut dari KMP Batumandi saat kapal hendak bersandar di Pelabuhan Bakauheni pada Kamis (9/7/2026) dini hari.
Peristiwa itu diketahui setelah korban tidak kembali ke kendaraan usai adanya pengumuman melalui pengeras suara kapal. Petugas kemudian menemukan sejumlah barang milik korban berupa sepatu dan jaket di area tangga menuju dek kendaraan sebelum melaporkan dugaan orang jatuh ke laut.
Meski lokasi penemuan jenazah berada di kawasan perairan yang masih berdekatan dengan area pencarian korban KMP Batumandi, polisi menyatakan jasad yang ditemukan di Pulau Kandang Balak merupakan perkara berbeda berdasarkan hasil pemeriksaan awal.
(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)