Nanik S Deyang 45 Hari Pimpin BGN, Selamatkan Ratusan Miliar Kas Negara dari 414 SPPG Bermasalah
Tsaniyah Faidah July 22, 2026 12:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Masa jabatan Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) resmi berakhir setelah 45 hari bertugas.

Sebelum mengundurkan diri untuk berobat ke luar negeri, ia sempat membongkar ratusan unit penyedia gizi bermasalah hingga mengembalikan ratusan miliar rupiah ke kas negara.

Kepastian pengunduran diri tersebut dikonfirmasi oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan.

Pengunduran diri ini disampaikan langsung oleh Nanik melalui unggahan di akun Facebook pribadinya pada Rabu (22/7/2026).

Nanik mengaku telah berpamitan dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum bertolak untuk menjalani perawatan medis pada penyakit jantung yang diidapnya.

"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena Presiden prihatin dan kasihan dengan saya, Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," ujar Nanik.

Nanik menegaskan bahwa keputusannya berobat ke luar negeri bukan karena tidak percaya pada kualitas dokter di Indonesia, melainkan atas rekomendasi dari rekannya.

Ia juga menyebutkan adanya potensi Presiden Prabowo akan membentuk dewan pengawas BGN dan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), di mana dirinya diproyeksikan bakal memimpin dewan pengawas tersebut.

Melalui pernyataan itu, Nanik menegaskan akan tetap mendukung upaya Presiden dalam membenahi taraf hidup masyarakat.

Penunjukan Nanik sebagai Kepala BGN dimulai ketika dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/6/2026) berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026.

Ia dilantik bersama Agustina Arumsari dan Trenggono yang mengisi posisi Wakil Kepala BGN, menggantikan pejabat sebelumnya, Dadan Hindayana, yang dicopot pada Selasa (2/6/2026).

Selama 1,5 bulan memegang tongkat kepemimpinan, Nanik melakukan serangkaian evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur dan operasional MBG di lapangan.

Baca juga: Alasan Nanik S Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN Terungkap, Begini Respon Presiden Prabowo

Asisten Khusus Presiden, Dirgayuza Setiawan, mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu 45 hari tersebut, Nanik mengevaluasi hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Dari hasil evaluasi menyeluruh itu, BGN mengklasifikasikan sekitar 3.000 dapur berdasarkan standar mutu dan keamanan pangan.

Langkah ini disusul dengan kebijakan pemberlakuan moratorium atau penghentian sementara pembangunan SPPG baru di daerah-daerah yang dinilai telah padat atau jenuh, kecuali untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Pemeriksaan internal BGN kemudian membongkar keberadaan 414 SPPG bermasalah.

Unit-unit tersebut tercatat belum beroperasi namun telah menerima pencairan dana atau kedapatan memiliki akun rekening virtual ganda.

Penindakan atas temuan ini berhasil menyelamatkan anggaran dan mengembalikan dana senilai ratusan miliar rupiah secara langsung ke kas negara.

"Ratusan miliar rupiah dikembalikan ke kas negara," ujar Dirgayuza. 

Profil dan Rekam Jejak Nanik S Deyang

Nanik S Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968.

Karier profesionalnya berawal dari dunia jurnalistik sebagai wartawan di Tabloid Bangkit sebelum akhirnya dipercaya menjadi pimpinan media di Kelompok Media Peluang (KMP).

Kiprahnya di kancah politik nasional makin dikenal saat ia menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Indonesia Adil Makmur yang mengusung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada Pemilihan Presiden 2019.

Hubungan kerja profesionalnya dengan Prabowo Subianto terus berlanjut hingga periode pemerintahan baru.

Nanik dilantik sebagai Wakil I Badan Pengentasan Kemiskinan untuk periode 2024–2029, sebelum akhirnya diberhentikan dari posisi tersebut saat ditunjuk menjadi Wakil Kepala BGN pada 17 September 2025.

Sembilan bulan kemudian, ia diangkat menjadi Kepala BGN.

Di luar ranah pemerintahan, Nanik juga menjabat sebagai Komisaris PT Pertamina (Persero) sejak 12 Juni 2025 berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-150/MBU/06/2025.

Selain itu, ia tercatat aktif sebagai Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), sebuah organisasi sosial yang didirikan pada 24 Agustus 2024 untuk mendukung pembangunan inklusif menuju Indonesia Emas 2045.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.