TRIBUNSTYLE.COM, SOLO - Di tengah gempuran kuliner modern yang kian menjamur, eksistensi jajanan pasar tempo dulu perlahan mulai meredup. Makanan dan minuman yang di masa kecil begitu akrab menemani hari, kini seolah raib ditelan zaman. Kerinduan akan cita rasa otentik masa lalu ini tak jarang membuat banyak orang rela blusukan demi memburu kuliner legendaris yang kian langka.
Salah satu kuliner tradisional yang kini statusnya makin sulit ditemui di kawasan Yogyakarta dan Jawa Tengah adalah Grontol Jagung. Namun, bagi kamu yang rindu akan kudapan bersahaja ini, ada satu tempat di Kota Surakarta yang masih setia merawat warisan rasa ini, yaitu di Pasar Gede Solo.
Baca juga: Berburu Foto Estetik Sambil Chill: 5 Rekomendasi Tempat Nongkrong Paling Instagramable di Solo Raya
Grontol Jagung adalah bukti nyata bahwa kuliner yang nikmat tidak harus lahir dari proses yang rumit. Menggunakan bahan-bahan yang dekat dengan alam, kudapan ini menawarkan kombinasi rasa gurih yang adiktif:
Saat suapan pertama mendarat di lidah, rasa gurih alami dari jagung dan parutan kelapa langsung mendominasi. Tekstur jagung yang kenyal berpadu apik dengan rasa asin gurih dari garam, menciptakan sensasi kunyahan yang memuaskan. Menariknya, karena berbahan dasar jagung, grontol tidak hanya sekadar camilan, melainkan juga bisa menjadi makanan pokok alternatif pengganti nasi yang cukup mengenyangkan.
Baca juga: Mari menikmati Keunikan Kuliner Legendaris Brambang Asem di Pasar Gede Solo
Menemukan seporsi memori masa kecil ini di Pasar Gede Solo sama sekali tidak sulit, bahkan untuk ukuran pasar yang tergolong luas.
Karakter rasanya yang dominan gurih dan asin membuat Grontol Jagung sangat cocok disandingkan dengan minuman manis tradisional. Untuk menciptakan duet kuliner Solo yang sempurna di siang hari yang terik, nikmatilah seporsi grontol hangat ini ditemani segelas Es Dawet Telasih atau Es Gempol Pleret yang manis segar! (Travel.kompas.com/ Anggara Wkan Prasetya/ TribunStyle.com/ Ana Vaidatu Zuhda)