Lonjakan tarif hotel masih membayangi perhelatan MotoGP Mandalika 2026. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi permasalahan itu.
Ajang balap motor bergengsi itu digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok, pada 9-11 Oktober. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengakui banyaknya keluhan pengunjung domestik terkait mahalnya tiket pesawat dan penginapan di Lombok menjelang MotoGP Mandalika.
Dia mengatakan permasalahan itu akan dibahas dalam rapat koordinasi persiapan MotoGP Mandalika pada Rabu (22/7).
"Insyaallah akan teridentifikasi dan akan dicari solusinya," ujar Iqbal di Sirkuit Mandalika, dikutip dari detikBali.
Iqbal mengatakan salah satu fokus utama dalam rapat itu adalah memastikan harga akomodasi tetap terkendali menjelang MotoGP Mandalika. Dengan begitu, wisatawan yang ingin menyaksikan balapan di Mandalika tidak akan terbebani biaya tinggi.
Di sisi lain, Iqbal menyebut ada beberapa hal yang akan menyebabkan harga penginapan seharusnya terkendali tahun ini. Ia mencontohkan pada tahun sebelumnya jumlah kamar hotel di kawasan Mandalika masih terbatas sehingga kenaikan tarif dianggap wajar.
"Saat itu Mandalika juga masih sepi, sehingga kesempatan mendapatkan pemasukan terbesar hanya saat MotoGP. Tapi sekarang kondisinya berbeda. Hampir setiap dua minggu ada event dan tingkat okupansi hotel sepanjang tahun juga tinggi," kata Iqbal.
Iqbal meminta pengelola hotel mulai memperlakukan MotoGP sebagai bagian dari aktivitas pariwisata normal di Mandalika. Artinya, ajang balap internasional itu bukan lagi dijadikan momen untuk menaikkan tarif akomodasi secara berlebihan.
"Sudah waktunya kembali ke normal. Kalau pun ada kenaikan harga, itu karena mekanisme pasar karena permintaan meningkat, bukan karena menaikkan harga secara berlebihan," kata dia.
Pada tahun lalu, Iqbal berujar, Pemprov NTB sempat mengeluarkan surat edaran (SE) yang meminta pengusaha perhotelan tak menaikkan tarif selama momen MotoGP Mandalika 2025. Namun, dia mengakui hal itu belum efektif mengendalikan tarif hotel.
"Itu makanya rapat koordinasi ini kami lakukan jauh-jauh hari sebelum MotoGP. Tidak lagi seperti dulu, membicarakan event ini menjelang event," kata Iqbal.
Selain sektor akomodasi, Iqbal juga akan berkoordinasi dengan maskapai penerbangan agar penambahan penerbangan (extra flight) diumumkan jauh sebelum penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Menurutnya, hal ini penting agar calon penonton dapat merencanakan perjalanan lebih awal, termasuk membeli tiket MotoGP dan tiket pesawat secara bersamaan.
"Kami ingin maskapai dari jauh-jauh hari sudah mendeklarasikan berapa extra flight yang disiapkan, jangan last minute. Jangan sampai orang sudah beli tiket MotoGP, ternyata tiket pesawatnya tidak ada atau harganya terlalu mahal," ujar dia.
Di sisi lain, Pemprov NTB juga menggencarkan promosi MotoGP Indonesia di berbagai daerah yang memiliki penerbangan langsung menuju Lombok. "Termasuk Balikpapan, Makassar, Surabaya, Bali, bahkan Singapura," kata dia.





