Naskah Khutbah Jumat 24 Juli 2026/ 9 Safar 2026: Jangan Biarkan Safar Kosong dari Amal
ferri amiril July 22, 2026 01:35 PM

TRIBUNPRIANGAN.COM - Bulan Safar merupakan salah satu dari dua belas bulan dalam kalender Hijriah yang sering kali disalahpahami oleh sebagian masyarakat. 

Pasalnya, masih ada anggapan bahwa bulan ini identik dengan kesialan, musibah, atau waktu yang tidak baik untuk melangsungkan berbagai aktivitas penting seperti pernikahan, pindah rumah, atau memulai usaha. 

Padahal, anggapan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam.

Sebagai seorang muslim, kita dianjurkan untuk berpegang teguh pada Al-Qur'an dan hadis sahih dalam menjalani kehidupan. 

Tidak ada satu pun dalil yang menyebutkan bahwa Bulan Safar adalah bulan sial. 

Sebaliknya, setiap waktu yang Allah ciptakan adalah baik apabila diisi dengan amal saleh dan ketaatan kepada-Nya.

Oleh karena itu, memahami Amalan Sunah di Bulan Safar menjadi hal yang penting. 

Meskipun tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan atau disunahkan secara spesifik hanya pada Bulan Safar, umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak berbagai amalan sunah yang bernilai pahala. 

Dengan begitu, Bulan Safar menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus meluruskan berbagai mitos yang berkembang di masyarakat.

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 17 Juli 2026: Sholat Sebagai Pelindung di Akhirat

Khutbah Pertama

الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا، ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.
اللهم صلِّ وسلم وبارك على نبينا محمد، وعلى آله وأصحابه أجمعين.

أما بعد، فيا أيها الناس، أوصيكم ونفسي المقصرة بتقوى الله، فإن تقوى الله هي وصية الله للأولين والآخرين، قال الله تعالى:

وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّهَ

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Di antara nikmat yang besar dari Allah SWT adalah bahwa waktu terus berputar, dan bulan demi bulan datang silih berganti. Hari ini kita berada di bulan Safar, bulan kedua dalam kalender Hijriah. Sebagian umat Islam hanya mengenalnya sebagai "bulan sial"-padahal keyakinan itu *tidak benar dan menyimpang dari ajaran Islam.*

Lebih penting dari itu semua, apa yang harus kita lakukan di bulan ini?

Apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim yang menyadari bahwa waktu adalah karunia Allah? Jawabannya adalah menghidupkan amalan-amalan sunnah.

Bukan karena bulan Safar punya keistimewaan tertentu yang dijelaskan secara eksplisit, tapi karena seorang muslim harus menghidupkan sunnah kapan saja dan di bulan apa saja, termasuk di bulan ini, agar hidupnya tidak berlalu sia-sia.

1. Sunnah Memperbanyak Puasa Sunnah

Termasuk amalan yang sangat dianjurkan adalah puasa sunnah. Rasulullah SAW sangat menjaga puasa sunnah seperti Senin dan Kamis, serta Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 setiap bulan Hijriah).

كانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَصُومُ يَوْمَ الاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ (HR Tirmidzi no 745)

Artinya: "Rasulullah SAW biasa berpuasa pada hari Senin dan Kamis."

Puasa Senin dan Kamis tidak hanya memberikan manfaat spiritual, tapi juga menjadi momentum untuk menguatkan niat, memperbaiki ibadah, dan menahan hawa nafsu. Apalagi jika selama ini kita lengah di bulan-bulan sebelumnya, maka Safar menjadi peluang memperbaiki diri.

2. Sunnah Memperbanyak Dzikir dan Istighfar

Allah SAW berfirman:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ (QS. Al-Baqarah: 152)

Artinya: "Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, janganlah kamu ingkar kepada-Ku."

Dzikir dan istighfar adalah amalan ringan di lisan, tapi berat di timbangan amal. Ia menghidupkan hati yang mulai beku, memperkuat keyakinan, dan melembutkan jiwa. Maka daripada mengisi bulan ini dengan kekhawatiran yang tidak berdasar, isilah dengan "Astaghfirullah", "Subhanallah", "Alhamdulillah", dan "Laa ilaaha illallah".

3. Sunnah Bersedekah dan Menebar Kebaikan

Bulan apa pun akan jadi berkah jika dilalui dengan sedekah. Bulan Safar bisa menjadi ladang pahala bagi siapa pun yang ingin membersihkan hartanya dan memperluas rezekinya.

Rasulullah SAW bersabda:

الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ (HR. Tirmidzi no. 2616)

Artinya: "Sedekah itu dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api."

Maka mari hidupkan bulan ini dengan memberi makan fakir miskin, menyantuni anak yatim, dan membantu tetangga yang kesulitan. Semua ini akan menjadi saksi amal kebaikan kita di hadapan Allah kelak.

4. Sunnah Menjaga Shalat Berjamaah dan Tahajjud

Jangan remehkan kekuatan shalat berjamaah di masjid dan shalat malam. Di saat banyak orang tenggelam dalam rutinitas dunia, orang-orang yang menjaga shalatnya akan dijaga oleh Allah dari keburukan, termasuk keburukan yang mereka khawatirkan datang dari bulan-bulan tertentu.

وَمَنْ أَقَامَ الصَّلَاةَ فَإِنَّمَا يُصْلِحُ لِنَفْسِهِ (QS. Al-An'am: 92)

Artinya: "Dan barang siapa menegakkan shalat, sesungguhnya dia memperbaiki untuk dirinya sendiri."

Jangan menunda amal karena alasan waktu. Justru Safar adalah waktu yang baik untuk mengawali kembali perjalanan taqwa.

5. Sunnah Husnuzan dan Bertawakal kepada Allah

Jika ada satu sunnah yang paling dibutuhkan pada bulan Safar, maka itu adalah husnuzan kepada Allah dan tawakal. Karena saat banyak orang disesatkan oleh mitos, orang yang beriman harus menegaskan bahwa Allah adalah penentu segala takdir.

وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ (QS. Al-Ma'idah: 23)

Artinya: "Dan hanya kepada Allah kalian bertawakal, jika kalian benar-benar beriman."

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Inilah saatnya kita menghidupkan bulan Safar dengan amal, bukan dengan takut. Dengan sunnah, bukan dengan cerita yang menyesatkan. Sunnah Rasulullah SAW adalah cahaya dalam hidup kita. Mari meneladani beliau dengan sepenuh hati, dan jadikan bulan ini titik balik untuk memperbaiki diri.

Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 17 Juli 2026: Bersedekahlah, Agar Rezeki dan Hartamu Diberkahi Allah

Khutbah Kedua

الحمد لله الذي هدانا للإيمان، وأعاننا على الطاعة والإحسان، نحمده على آلائه، ونشكره على نعمائه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، اللهم صلِّ وسلم على نبينا محمد، وعلى آله وأصحابه أجمعين.

أما بعد،

Wahai kaum muslimin, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa. Hidup ini singkat, dan waktu tak akan menunggu kita bersiap. Maka isilah hari-hari kita, termasuk bulan Safar ini, dengan amalan yang dicintai Allah. Jangan biarkan mitos dan anggapan batil merusak tauhid kita.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا، سَخَّاءً رَخَاءً، وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.

اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الْمُخْلِصِينَ، الْمُتَّقِينَ، الْخَاشِعِينَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَعْمَارِنَا، وَصِحَّتِنَا، وَأَوْلَادِنَا، وَأَرْزَاقِنَا، وَجَنِّبْنَا الْفِتَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا، وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا، وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ.

اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا فِي هَذَا الْيَوْمِ ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، وَلاَ مَرِيضًا إِلاَّ شَفَيْتَهُ، وَلاَ مَيِّتًا إِلاَّ رَحِمْتَهُ، وَلاَ ضَالًّا إِلاَّ هَدَيْتَهُ، وَلاَ مُبْتَلًى إِلاَّ عَافَيْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً مِنْ حَوَائِجِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ هِيَ لَكَ رِضًا وَلَنَا فِيهَا صَلاَحٌ إِلاَّ قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

وصلى الله على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.

عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى، وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي، يعظكم لعلكم تذكرون.
فاذكروا الله يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.

وأقم الصلاة.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.