TRIBUNPRIANGAN.COM - Bulan Safar, sebagai bulan kedua dalam kalender Hijriah, sering kali diwarnai oleh mitos dan kesalahpahaman di kalangan masyarakat.
Banyak yang mempercayai bahwa bulan ini membawa kesialan atau musibah, sehingga muncul berbagai tradisi yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Padahal, dalam Islam, setiap waktu adalah kesempatan untuk berbuat kebaikan.
Menghapus Mitos Safar menjadi tanggung jawab setiap muslim untuk mengganti ketakutan dengan amal nyata yang penuh keberkahan.
Mitos Safar sendiri adalah bagian dari dakwah untuk memperkuat aqidah umat.
Dengan menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang rasional dan penuh harapan, kita dapat membantu masyarakat melepaskan diri dari belenggu takhayul dan fokus pada amal yang bermanfaat.
Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 17 Juli 2026: Bersedekahlah, Agar Rezeki dan Hartamu Diberkahi Allah
Khutbah Pertama
الْـحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.
Amma ba'du.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa. Takwa yang sejati adalah menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dalam semua keadaan.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Saat ini kita berada di bulan Safar, bulan kedua dalam kalender Hijriah. Di sebagian masyarakat kita, masih ada anggapan bahwa bulan Safar adalah bulan sial, bulan penuh musibah, atau bulan yang harus dihindari untuk menikah, bepergian, atau memulai pekerjaan. Padahal, anggapan tersebut tidak benar dan tidak berdasar dalam Islam.
Islam datang untuk menghapus kepercayaan jahiliyah, termasuk dalam hal mempercayai waktu tertentu membawa kesialan. Dijelaskan dalam sebuah hadits:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ.
Latin:'An Abi Hurairah, qaala: Qaala Rasulullahi ﷺ: Laa 'adwaa wa laa tiyarata wa laa haamata wa laa Safara.
Artinya: Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada penularan (tanpa izin Allah), tidak ada thiyarah (takhayul buruk), tidak ada hama, dan tidak ada kesialan dalam bulan Safar." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini dengan tegas menolak keyakinan jahiliyah tentang adanya kesialan pada bulan Safar. Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada kita untuk *bertawakal dan percaya kepada takdir Allah*, bukan pada mitos atau tahayul.
Dalam Al Qur'an surah At-Taubah ayat 51 dikatakan:
قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا ۚ هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
Latin:Qul lan yushiibanaa illaa maa katabaLlaahu lanaa, huwa maulaanaa, wa 'alallaahi falyatawakkalil-mu'minuun.
Artinya: "Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang beriman harus bertawakal." (QS. At-Taubah: 51)
Jema'ah Jumat yang dirahmati Allah,
Keyakinan terhadap kesialan bulan Safar adalah warisan syirik kecil (syirik ashghar) yang bisa mengurangi tauhid dan merusak keimanan. Kita harus membersihkan hati dari semua bentuk kesyirikan, baik besar maupun kecil.
Gunakan bulan Safar ini untuk memperbanyak amal saleh, bersedekah, berpuasa sunnah, dan memperbaiki ibadah kita. Jangan biarkan mitos menghalangi langkah kita untuk taat kepada Allah.
نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِهَدْيِ سَيِّدِ الْمُرْسَلِينَ، وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Baca juga: Teks Khutbah Jumat 17 Juli 2026/2 Safar 1448 H: Menyiapkan Bekal Akhirat Sebelum Datang Kematian
Khutbah Kedua
الْـحَمْدُ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Sebagai penutup khutbah ini, marilah kita memperbanyak doa dan istighfar, memohon kepada Allah agar diberikan hidayah, keselamatan, dan keberkahan di bulan Safar dan bulan-bulan:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا الشَّهْرَ شَهْرَ خَيْرٍ وَبَرَكَةٍ، وَاصْرِفْ عَنَّا فِيهِ كُلَّ سُوءٍ وَمَكْرُوهٍ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَعْمَالِنَا وَأَعْمَارِنَا.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ شِرْكٍ نَعْلَمُهُ، وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُ.
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.
(*)