TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Rumah Singgah Sriwijaya di Kota Palembang saat ini mengalami lonjakan penghuni.
Tingginya jumlah pasien rujukan dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan membuat seluruh kapasitas tempat singgah terisi penuh dalam beberapa hari terakhir.
Relawan Rumah Singgah Sriwijaya, Rozi Samsaris, mengatakan kondisi tersebut terjadi karena jumlah pasien yang datang terus bertambah, sementara belum banyak penghuni yang kembali ke daerah asal.
"Wah, lagi penuh sekali. Sudah beberapa hari ini memang padat. Masuk terus, sementara yang keluar belum ada, jadi sekarang penuh," kata Rozi, Rabu (22/7/2027).
Menurutnya, sebagian besar penghuni berasal dari luar Kota Palembang, seperti Kabupaten Lahat, Banyuasin, Musi Rawas, Lubuklinggau, hingga Pagar Alam.
Mereka datang untuk menjalani pengobatan di sejumlah rumah sakit rujukan di Palembang.
"Rata-rata pasien berobat ke RSMH Palembang. Ada juga yang ke RS Hermina, Rumah Sakit Mata, dan beberapa rumah sakit lainnya. Tapi paling banyak memang ke RSMH Palembang," ujarnya.
Rozi menjelaskan, mayoritas pasien yang menginap merupakan penderita penyakit kronis seperti kanker, tumor, penyakit jantung, hingga pasien diabetes.
Ada pula pasien dengan tumor rahang, tumor tulang belakang, hingga berbagai penyakit berat lainnya.
Lama tinggal setiap pasien pun berbeda-beda.
Sebagian hanya menginap selama satu hingga dua minggu, namun tidak sedikit yang harus tinggal selama satu hingga dua bulan.
Bahkan, ada pasien yang secara rutin kembali ke rumah singgah selama bertahun-tahun karena harus menjalani pengobatan berkala.
"Pasien cuci darah misalnya, ada yang sudah bertahun-tahun. Mereka seminggu dua kali harus cuci darah di Palembang. Karena di daerah asal kuota layanan cuci darah penuh atau fasilitasnya belum mencukupi, mereka memilih tetap tinggal di rumah singgah," jelasnya.
Ia menjelaskan, saat ini Rumah Singgah Sriwijaya mampu menampung sekitar 50 pasien beserta pendampingnya.
Namun, karena seluruh ruangan telah terisi, pengelola terpaksa menunda penerimaan pasien baru hingga ada penghuni yang kembali ke daerah asal.
"Kalau dipaksakan sebenarnya bisa, tapi kenyamanan pasien jadi berkurang. Jadi kami menunggu dulu mudah-mudahan dalam dua atau tiga hari ada yang pulang sehingga bisa menerima pasien baru," katanya.
Meski kondisi semakin padat, Rozi mengaku pihaknya tidak terlalu berharap pada bantuan pemerintah.
Selama ini operasional rumah singgah lebih banyak mengandalkan kemandirian dan dukungan para donatur.
"Kalau terus berharap dengan pemerintah, kami sudah beberapa kali kecewa. Jadi sekarang kami lebih mandiri," ungkapnya.
Meski demikian, ia membawa kabar baik bagi para pasien.
Dalam waktu dekat kapasitas Rumah Singgah Sriwijaya akan bertambah setelah mendapat dukungan dari Komandan Korem yang membantu pengadaan rumah di sebelah bangunan utama untuk dijadikan rumah singgah baru.
"Alhamdulillah, mungkin dalam waktu sekitar satu bulan lagi sudah bisa digunakan. Rumah di sebelah sudah dibeli dan akan dijadikan tambahan rumah singgah sehingga kapasitas pasien bisa bertambah," tuturnya.
Rozi juga menilai tidak semua rumah singgah di Palembang dapat menjadi alternatif bagi pasien karena sebagian memiliki persyaratan khusus atau hanya diperuntukkan bagi kelompok tertentu maupun warga dari daerah tertentu.
Sementara Rumah Singgah Sriwijaya menerima pasien dari seluruh wilayah Sumatera Selatan tanpa persyaratan yang rumit.
"Di tempat kami tidak banyak syarat. Selama masih ada tempat, siapa pun dari daerah mana pun bisa kami terima. Itu yang membuat banyak pasien memilih datang ke sini," pungkasnya.
Berikut beberapa rumah singgah di Palembang yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat kurang mampu, terutama pasien rujukan dan keluarga pendamping yang menjalani pengobatan. Data ini dihimpun dari berbagai sumber.
2. Rumah Singgah BAZNAS Sumatera Selatan
3. Rumah Singgah RSMH
4. Rumah Singgah MUMTAZA Palembang
5. Rumah Singgah Peduli
6. Rumah Singgah Sriwijaya
Selain itu, terdapat sejumlah rumah singgah milik pemerintah daerah yang khusus melayani warga dari daerah asalnya yang sedang berobat di Palembang, seperti:
2. Rumah Singgah Pasien Kabupaten Bangka
Alamat: Jalan Pramuka 2, Punti Kayu, Kelurahan Srijaya, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30138. Telepon: 0812-7218-2295.
3. Rumah Singgah Kabupaten Musi Rawas Utara
Alamat: Jalan Sukabangun I Nomor 2854, Kelurahan Sukabangun, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang.
Ikuti dan Bergabung di Saluran WhatsApp TribunSumsel.com