Jakarta (ANTARA) - Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta melanjutkan program peningkatan kualitas jalan di sembilan titik di Jakarta Pusat hingga akhir 2026 setelah memulai pekerjaan di Jalan Kebon Sirih sebagai salah satu ruas prioritas.

Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny mengatakan peningkatan jalan dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas infrastruktur sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

"Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan dan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat," kata Dinar ketika dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.

Dinar mengatakan, program peningkatan jalan di Jakarta Pusat mencakup satu titik di Kecamatan Sawah Besar, enam titik di Kecamatan Kemayoran, satu titik di Kecamatan Tanah Abang, dan satu titik di Kecamatan Senen.

Pemilihan lokasi pekerjaan didasarkan pada sejumlah pertimbangan teknis agar anggaran penanganan jalan dapat digunakan secara lebih efektif.

Selain mempertimbangkan usia jalan yang telah cukup lama, beberapa ruas yang masuk dalam daftar prioritas juga merupakan lokasi yang kerap mengalami kerusakan berulang, sehingga membutuhkan peningkatan kualitas konstruksi.

"Dalam menentukan lokasi peningkatan jalan, kami mempertimbangkan kondisi teknis di lapangan. Selain usia jalan, pada beberapa titik juga sering terjadi kerusakan berulang," ujarnya.

Diketahui, Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta telah memulai pekerjaan peningkatan Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat yang direncanakan selesai pada September 2026.

Peningkatan Jalan Kebon Sirih dilakukan dengan mengganti lapisan perkerasan menggunakan material yang memiliki daya tahan lebih tinggi sehingga diharapkan mampu memberikan kenyamanan berkendara serta memperpanjang usia layanan jalan.

Melalui rangkaian pekerjaan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap kondisi jalan di Jakarta Pusat semakin andal dalam mendukung aktivitas masyarakat sekaligus mengurangi potensi kerusakan yang memerlukan penanganan berulang di masa mendatang.

"Perbaikan ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang sehingga dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mewujudkan Jakarta yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan," katanya.