Hadapi Musim Kemarau, Bengkulu Selatan Siagakan 200 Ton Beras Bulog
Ricky Jenihansen July 22, 2026 04:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkulu Selatan menyiagakan sekitar 200 ton beras Bulog untuk menghadapi musim kemarau.

Stok tersebut dipastikan dalam kondisi aman dan siap disalurkan apabila diperlukan.

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkulu Selatan, Inbima Kasiri, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi menyusul peringatan musim kemarau dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memastikan ketersediaan stok beras Bulog tetap mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Stok di gudang Bulog itu disiagakan apabila memang dibutuhkan,” ujar Bima saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Rabu (22/7/2026).

Selain memastikan stok Bulog, Dinas Ketahanan Pangan juga rutin melakukan pemantauan ke sejumlah pasar guna memastikan ketersediaan beras dan menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Cadangan Pangan Pemerintah Daerah

Bima menjelaskan, selain stok beras Bulog, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan juga memiliki Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) sebanyak 26,5 ton.

Cadangan tersebut dapat digunakan apabila terdapat instruksi dari Bupati Bengkulu Selatan, terutama untuk mengendalikan gejolak harga maupun menghadapi kondisi darurat.

Menurutnya, Dinas Ketahanan Pangan juga terus memantau Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) yang tersebar di beberapa wilayah.

Saat ini, penyimpanan gabah masih tersedia di Kecamatan Kedurang, Desa Kayu Kunyit, dan Desa Maras.

“Kita pastikan cadangan beras ini siap dan aman untuk menghadapi musim kemarau,” ungkap Bima.

Harga Beras dan Pasar Murah

Meski stok dipastikan aman, hasil pemantauan di sejumlah pasar menunjukkan harga beras mengalami kenaikan selama musim kemarau.

Saat ini, harga beras lokal berada di kisaran Rp46 ribu per kulak, atau sekitar Rp15 ribu per kilogram.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dalam waktu dekat akan menggelar Gerakan Pasar Murah bekerja sama dengan Perum Bulog.

“Nanti kita bekerja sama dengan Bulog. Beras Bulog akan kita keluarkan dalam rangka operasi pasar,” jelas Bima.

Selain menggelar pasar murah, pihaknya juga akan terus memantau distribusi dan ketersediaan stok di lapangan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan tidak terjadi kelangkaan beras selama musim kemarau.

Pemantauan Harga dan Lumbung Padi

Dinas Ketahanan Pangan juga akan terus berkoordinasi dengan Satgas Pangan untuk memantau perkembangan harga bahan pokok.

Apabila ditemukan pelanggaran atau kenaikan harga yang tidak wajar, penanganan akan dilakukan sesuai kewenangan Satgas Pangan.

Bima menambahkan, lumbung padi lokal Bengkulu Selatan hingga kini masih berasal dari Kecamatan Kedurang, Air Nipis, dan Seginim.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak perlu panik menghadapi musim kemarau karena stok beras dipastikan aman dan pemerintah akan terus mengawasi stabilitas harga di pasaran.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.