Bahaya Mengintai di Depan Sekolah, Satpol PP Sita Mainan Jelly Squishy Berjarum Suntik Asli
Muliadi Gani July 22, 2026 04:54 PM

 

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Petugas gabungan Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banda Aceh melancarkan penertiban mendadak terhadap pedagang mainan di kawasan sekolah pada Selasa (21/7/2026).

Dalam razia tersebut, petugas mengamankan puluhan mainan anak jenis Jelly Squishy yang dinilai sangat membahayakan keselamatan para pelajar.

Mainan edukasi yang umumnya digemari anak-anak tersebut menjadi ancaman serius karena dilengkapi dengan jarum suntik bermata besi asli, layaknya jarum suntik medis yang biasa digunakan di fasilitas kesehatan.

Pengungkapan kasus ini berawal dari kepedulian seorang wali murid yang mendapati anaknya membawa pulang mainan jelly squishy berjarum tajam.

Kaget melihat potensi bahaya yang mengintai buah hatinya, orang tua siswa tersebut mencari tahu asal usul mainan itu.

Setelah ditelusuri, terungkap bahwa mainan berbahaya tersebut dijual secara bebas oleh pedagang kaki lima tepat di depan lingkungan MIN 2 Banda Aceh, Jalan Teuku Hasyim Banta Muda, Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam.

Tanpa mengulur waktu, wali murid tersebut melaporkan temuannya ke markas Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh.

Menanggapi aduan masyarakat, pihak Satpol PP langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk turun ke lokasi melakukan penertiban.

"Laporan cepat dari masyarakat sangat membantu kami dalam mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan pada anak-anak sekolah."

Baca juga: Dipergoki dan Diteriaki Warga, Komplotan Pencuri Motor di Aceh Tamiang Kabur Kocar-Kacir

Pasokan Berasal dari Luar Daerah, Puluhan Unit Disita

Komandan Pleton (Danton) I Satpol PP WH Kota Banda Aceh, Lukman Hakim, menyampaikan bahwa dari hasil interogasi awal di lapangan, pedagang mengaku mendapatkan pasokan mainan berjarum suntik tersebut dari seorang distributor yang berdomisili di Medan, Sumatera Utara.

Dalam penertiban tersebut, petugas berhasil menyita seluruh sisa barang dagangan yang ada di lokasi.

Total Barang Bukti yang berhasil kami sita pada hari ini berjumlah 2 lembar papan pajangan (total 40 buah mainan).

Lukman menjelaskan, barang bukti tersebut dibagi menjadi dua untuk proses lebih lanjut.

20 buah diamankan di Markas Satpol PP WH Kota Banda Aceh sebagai barang bukti resmi.

20 buah Diserahkan langsung kepada pihak Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh.

"Sebanyak 20 buah kami serahkan kepada tim Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium guna mengetahui secara pasti kandungan cairan apa saja yang terdapat di dalam mainan jelly squishy tersebut," jelas Lukman.

Baca juga: Pencuri 12 Mayam Emas Pakai Pistol Mainan Divonis 5 Tahun

Peringatan Keras Satpol PP, Jarum Suntik Asli Sangat Tidak Wajar

Kepala Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa penggunaan jarum suntik berbahan besi asli pada produk mainan anak-anak merupakan fenomena yang sangat mengkhawatirkan dan tidak masuk akal.

"Mainan yang menggunakan jarum suntik besi asli ini jelas sangat tidak wajar dan berpotensi besar membahayakan keselamatan fisik serta kesehatan anak-anak kita," tegas Rizal.

Ia mengapresiasi keberanian dan kepedulian wali murid yang sigap melapor, sehingga peredaran barang berbahaya tersebut bisa langsung dihentikan sebelum menimbulkan korban jiwa atau cedera fisik pada pelajar lainnya.

Pasca penemuan ini, Satpol PP WH Kota Banda Aceh memastikan tidak akan tinggal diam.

Pihaknya berjanji akan memperketat pengawasan di seluruh kawasan sekolah yang ada di Kota Banda Aceh.

Rizal juga mengimbau para orang tua dan pihak sekolah agar lebih waspada terhadap jajanan maupun mainan yang dibeli anak-anak, terutama yang dijual di sekitar lingkungan sekolah.

Pasca penemuan tersebut, Satpol PP WH Kota Banda Aceh memastikan akan meningkatkan patroli dan pengawasan di kawasan sekolah guna mencegah peredaran mainan maupun barang lain yang dapat mengancam keselamatan peserta didik.

"Kami akan terus meningkatkan intensitas patroli di kawasan sekolah untuk memastikan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat," pungkas Rizal.

Pihaknya juga mengimbau seluruh elemen masyarakat agar tidak ragu melapor jika menemukan barang jualan yang mencurigakan demi keselamatan generasi penerus bangsa.

(Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Baca juga: KPI Aceh dan Haji Uma Usulkan Bahasa Aceh Diakui Platform Digital untuk Perkuat Pengawasan Konten

Baca juga: Tekan Provokasi Digital, Kapolda Aceh Ajak Insan Pers Bersatu Lawan Hoaks

Baca juga: Nagan Raya Raih Sertifikat HKI Batu Giok dan Empat Kekayaan Intelektual Komunal dari Kemenkum

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.