TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Komunitas BMX di Kota Medan akan menggelar ajang BMX Drag Bike Piala Wali Kota Medan 2026 yang akan berlangsung di Jalan Masjid Raya, Kota Medan, pada 1 Agustus 2026.
Kejuaraan ini diharapkan menjadi wadah positif bagi para pecinta BMX sekaligus mengurangi maraknya aksi balap liar yang melibatkan kalangan remaja.
Ketua Panitia, Rico Amrizal, mengatakan penyelenggaraan event tersebut berangkat dari keprihatinan komunitas BMX terhadap minimnya kompetisi resmi di Kota Medan. Kondisi tersebut dinilai membuat banyak anak muda yang memiliki hobi bersepeda tidak memiliki ruang untuk menyalurkan kemampuan mereka.
"Awalnya event ini kami buat untuk mengantisipasi anak-anak muda atau adik-adik kita yang hobi bersepeda. Karena jarangnya event BMX di Kota Medan, kami melihat banyak anak-anak yang akhirnya ikut balap liar di jalan umum, sama seperti balap liar motor," ujar Rico kepada Tribun Medan.
Menurut Rico, komunitas BMX di Medan sebenarnya cukup aktif. Namun, sebagian besar kegiatan lebih berfokus pada nomor BMX Cross, yang saat ini sulit diselenggarakan di Kota Medan karena keterbatasan fasilitas.
Ia menjelaskan, Kota Medan sebelumnya memiliki sirkuit BMX di kawasan Taman Cadika. Namun, lintasan tersebut kini sudah tidak dapat digunakan sehingga aktivitas kompetisi BMX Cross praktis terhenti.
"Kalau event BMX Cross di Medan sekarang memang sangat sulit dibuat karena tidak adanya sirkuit. Dulu kita punya sirkuit di Taman Cadika, tetapi sekarang sudah tidak bisa dipakai. Akhirnya kami dari klub-klub BMX di Kota Medan sepakat membuat event BMX Drag Bike sebagai alternatif agar atlet tetap bisa berkompetisi," jelasnya.
Rico mengatakan, sebelum memastikan penyelenggaraan kejuaraan, panitia terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan KONI Kota Medan. Hasilnya, KONI Medan memberikan dukungan penuh sehingga kejuaraan dapat digelar secara resmi dengan memperebutkan Piala Wali Kota Medan.
"Kami berkonsultasi dan berkoordinasi dengan KONI Kota Medan. Alhamdulillah, Ketua KONI Medan bersedia menjembatani dan memayungi kami agar event ini bisa terselenggara dengan baik dan resmi. Karena itu kami membuat Piala Wali Kota Medan. Sudah sangat lama event BMX sebesar ini tidak terlaksana di Medan," katanya.
Rico menjelaskan lintasan yang akan digunakan memiliki panjang sekitar 100 hingga 150 meter, menyesuaikan dengan kondisi lokasi di Jalan Masjid Raya. Sementara itu, kuota peserta dibatasi maksimal 30 pembalap untuk setiap kelas agar pelaksanaan lomba berjalan optimal.
Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan ini juga diharapkan menjadi sarana pembinaan atlet muda BMX di Kota Medan.
"Kami berharap klub-klub maupun komunitas BMX bisa mengajak anak-anak muda agar terhindar dari kenakalan remaja. Daripada melakukan kegiatan negatif, mereka bisa menyalurkan hobi dan bakatnya melalui olahraga seperti ini," ujarnya.
Rico menambahkan, kompetisi tersebut juga diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit atlet potensial yang nantinya dapat dibina oleh asosiasi hingga mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
"Kami ingin mencari bibit-bibit berprestasi yang nantinya bisa dibina. BMX ini merupakan cabang olahraga yang dipertandingkan hingga Olimpiade, sehingga peluang atlet untuk berkembang sangat terbuka," katanya.
Tak hanya itu, katanya, pihaknya juga ingin menghidupkan kembali budaya bersepeda di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.
"Kami ingin mengajak masyarakat agar tahu bahwa bersepeda adalah kegiatan yang sangat positif. Harapannya minat masyarakat untuk bersepeda kembali meningkat, karena sekarang banyak anak-anak yang lebih banyak menghabiskan waktu bermain handphone dan game," pungkas Rico.
Pada penyelenggaraan perdana tersebut, panitia membuka 12 kelas perlombaan, yakni:
Push Bike usia 3–4 tahun
Push Bike usia 5–6 tahun
Push Bike usia 7–8 tahun
Push Bike usia 9–10 tahun
BMX usia 11–12 tahun
BMX usia 13–14 tahun
BMX usia 15–16 tahun
Men Junior
Men Elite
Master 40
Master 50
Women Open dan Women Under
(Cr29/tribun-medan.com)