Nasib Buruh Pabrik yang Jadi Korban Begal di Probolinggo, Kini Dapat Uang Ganti Motor
Januar July 22, 2026 05:14 PM

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Ahsan Faradisi


TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Seorang buruh pabrik jadi korban begal di Probolinggo.

Maryam (42) buruh pabrik rokok asal Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur yang menjadi korban begal bersama anaknya mendapat perhatian dari berbagai pihak.

Salah satunya dari anggota legislatif Kabupaten Probolinggo yang turut mendesak Polres Probolinggo untuk segera mengungkap pelaku pembegalan. Sebab pembegalan di wilayah Kecamatan Banyuanyar tidak hanya terjadi sekali saja.

Tak hanya desakan, sebagai bentuk empati dan rasa kemanusiaan, Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Deni Ilhami memberikan sejumlah uang kepada korban sebagai ganti untuk membeli motor baru agar bisa dijadikan sebagai sumber mata pencahariannya.

"Iya tadi kami datang ke rumah korban, selain untuk bersilaturrahmi dan melihat kondisi korban dan anak nya, kami juga memberikan sedikit rejeki agar bisa membeli motor baru sebagai kendaraan korban untuk berkerja," kata Deni, Rabu (22/7/2026).

Selain itu, Deni mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera mengungkap pelaku pembegalan. Mengingat, kasus begal di Kabupaten Probolinggo, khususnya di Kecamatan Banyuanyar makin membuat resah masyarakat terlebih bagi perempuan yang beraktivitas di pagi hari.

"Tidak sampai satu bulan di wilayah Kecamatan Banyuanyar ini sudah ada 2 orang menjadi korban begal. Awal bulan itu menimpa seorang bidan dan sekarang seorang buruh pabrik," ungkap Deni.

"Ini harus menjadi perhatian Polres Probolinggo agar di kemudian hari tidak ada korban begal lagi. Oleh karena itu kami mendesak agar pelaku segera ditangkap," imbuhnya.

Baca juga: Berangkat Kerja Bersama 2 Anaknya, Buruh Pabrik di Probolinggo Jadi Korban Begal, Diancam Sajam

Politisi Partai Gerindra itu juga mengimbau khususnya kepada perempuan yang mempunyai aktivitas di pagi hari untuk tidak berjalan sendirian, terlebih ketika hendak ke tujuan kerjanya harus melewati jalan sepi dan minim penerangan.

"Minta antar saja kepada saudaranya yang laki-laki atau jika tidak memungkinkan bisa mencari atau melewati jalan yang ramai," pungkas mantan pegiat antikorupsi itu.


Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.