Apa Itu Dewan Pengawas BGN? Lembaga Pengawas yang Disiapkan Prabowo Usai Nanik S Deyang Mundur
Ani Susanti July 22, 2026 05:14 PM

TRIBUNJATIM.COM - Rencana pembentukan Dewan Pengawas Badan Gizi Nasional (BGN) mencuat setelah Nanik S Deyang mengundurkan diri dari jabatan Kepala BGN.

Dewan Pengawas BGN tersebut disebut akan menjadi instrumen pengawasan untuk memperkuat tata kelola lembaga yang bertanggung jawab atas program pemenuhan gizi nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Nanik mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto berencana membentuk Dewan Pengawas BGN dan memintanya untuk menjadi ketua lembaga tersebut.

Menurutnya, posisi baru itu tetap memungkinkan dirinya berkontribusi dalam mengawasi jalannya program BGN meski tidak lagi menjabat sebagai kepala badan.

"Kemungkinan Presiden akan membentuk Dewan Pengawas. Dimana saya disuruh menjadi Ketua Dewan Pengawas-nya (kalau mencereweti kayaknya masih bisa yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut)," tulis Nanik.

Baca juga: Nanik S Deyang Stres Kelola Anggaran BGN hingga Trauma, Tak Ingin Menjabat Lama-lama

Dewan Pengawas BGN nantinya diproyeksikan memiliki fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program dan tata kelola lembaga.

Kehadiran lembaga tersebut dinilai penting untuk memastikan kebijakan BGN berjalan sesuai tujuan, terutama karena badan ini mengelola program strategis pemerintah berupa MBG.

Meski demikian, hingga kini pemerintah belum mengumumkan secara resmi kapan Dewan Pengawas BGN dibentuk, termasuk mekanisme pemilihan dan pengisian posisi di dalamnya.

BGN merupakan lembaga pemerintah yang bertugas merumuskan, menetapkan, serta melaksanakan kebijakan pemenuhan gizi nasional.

Salah satu tanggung jawab utama BGN adalah menjalankan program MBG yang menyasar masyarakat, terutama anak-anak.

Rencana pembentukan Dewan Pengawas muncul di tengah sorotan terhadap pelaksanaan program MBG. Program tersebut belakangan menuai pro dan kontra di masyarakat, terlebih setelah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana terseret dugaan kasus korupsi terkait program MBG.

Nanik S Deyang Pilih Mundur

Sebelum mengungkap rencana pembentukan Dewan Pengawas, Nanik lebih dulu menyampaikan keputusannya mundur dari jabatan Kepala BGN karena alasan kesehatan. Ia mengatakan akan menjalani pengobatan ke luar negeri untuk masalah jantung.

"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu (22/7) saya berangkat.

Ini bukan karena tidak percaya dokter yg hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yg mau saya tuju.

Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN. Kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas dimana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya ( kalau mencereweti kayaknya masih bisa yg penting tidak berhubungan dengan pegang uang , sumpah trauma akuttt)."

Baca juga: Sosok Sudaryono, Wamentan yang Dikabarkan Bakal Gantikan Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN

Meski tidak lagi memimpin BGN, Nanik mengatakan tetap akan mendukung program-program pemerintah, termasuk MBG. Ia menilai program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.

“14 tahun ikut beliau (Prabowo). Saya tahu persis program MBG bukan untuk tujuan politis seperti yang dituduhkan orang tapi sebagai program untuk benar-benar intervensi gizi anak -anak agar tumbuh menjadi generasi emas dan juga untuk menjaga kesehatan mereka,” pungkasnya.

Menanggapi rencana pembentukan Dewan Pengawas BGN, Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan pihaknya masih akan melihat perkembangan lebih lanjut.

"Belum tahu, nanti kita lihat perkembangannya," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Menurut Puan, hal utama yang perlu diperhatikan bukan hanya pembentukan struktur baru, tetapi bagaimana BGN dapat memperbaiki kinerjanya agar program MBG berjalan lebih optimal.

"Kita lihat lagi. Yang paling penting adalah bagaimana BGN bisa memperbaiki kinerjanya sehingga program ini bisa berjalan lebih baik seperti yang kita harapkan untuk anak-anak Indonesia," tandas Puan.

Baca juga: Breaking News: Baru Sebulan Lebih Menjabat, Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur karena Alasan Kesehatan

Diketahui, Nanik Sudaryanti Deyang dilantik sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana pada Selasa (2/6/2026)

Sebelum masuk ke pemerintahan, Nanik dikenal sebagai wartawati senior yang kemudian aktif mendukung Prabowo Subianto.

Berdasarkan data resmi BGN, Nanik Sudaryanti Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968.

Ia merupakan lulusan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan melanjutkan pendidikan magister Ilmu Kehutanan di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sebelum berkiprah di pemerintahan, Nanik memiliki pengalaman panjang di dunia media massa, termasuk pernah menjadi jurnalis Tabloid Bangkit dan menduduki posisi pimpinan di Kelompok Media Peluang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.