WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan pembangunan kembali SMKN 36 Jakarta Utara yang telah terbengkalai hampir satu tahun mulai masuk dalam program rehabilitasi tahun 2026.
Pembangunan dilakukan menggunakan skema anggaran multiyears karena nilai proyek mencapai sekitar Rp128 miliar.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, mengatakan SMKN 36 menjadi salah satu dari tujuh sekolah yang mendapatkan rehabilitasi besar pada tahun ini.
"SMKN 36 termasuk tahun ini direhab," kata Chico saat dihubungi Wartakotalive.com, Rabu (22/7/2026).
Menurut dia, seluruh sekolah yang diusulkan Dinas Pendidikan sebenarnya menjadi prioritas untuk diperbaiki. Namun, keterbatasan anggaran membuat pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.
"Semuanya sebenarnya prioritas, cuma kan anggarannya. Karena ada penyesuaian anggaran, jadi yang bisa dikerjakan tahun ini hanya sebagian. Sisanya akan dipercepat tahun depan," ujarnya.
Baca juga: Gedung SMKN 36 Jakut Mangkrak, Siswa Sudah Hampir Dua Tahun Menumpang di SD
Chico menjelaskan, rehabilitasi total SMKN 36 membutuhkan anggaran sekitar Rp128 miliar. Namun, karena menggunakan skema multiyears, anggaran yang dialokasikan pada tahun ini baru sekitar Rp30 miliar.
"SMKN 36 total pagunya sekitar Rp128 miliar untuk rehab total. Tahun ini baru bisa dianggarkan sekitar Rp30 miliar, sisanya dilanjutkan tahun depan karena multiyears," ungkapnya.
Ia mengatakan hampir seluruh proyek rehabilitasi sekolah yang nilainya besar tidak dapat diselesaikan dalam satu tahun anggaran. Nilai rehabilitasi satu sekolah bahkan berkisar antara Rp40 miliar hingga lebih dari Rp100 miliar.
"Semua sekolah yang tahun ini mendapat anggaran itu enggak ada yang selesai dalam satu tahun anggaran. Nilainya paling rendah sekitar Rp40 miliar, paling tinggi sampai sekitar Rp128 miliar," katanya.
Sebelumnya, sejumlah orangtua SMKN 36 Jakarta Utara mengeluhkan gedung sekolah yang dibongkar sejak tahun 2025 lalu tak kunjung dibangun.
Ratusan pelajar tersebut harus menumpang belajar di kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) 09 Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
Gedung sekolah SMKN 36 Jakarta dibongkar karena ada wacana bakal direnovasi secara total oleh Dinas Pendidikan DKI.
Ketua RW 07 Kelurahan Kalibaru, Caharudin mengatakan, pembongkaran dilakukan sejak tahun 2025 lalu dan sampai saat ini tidak ada tanda-tanda pembangunan.
"Sudah dibongkar total, kalau keluhan orangtua kami belum tanyakan tapi ada beberapa siswa bercerita kalau belajar mereka jadi tidak efektif karena harus berbagi waktu dengan pelajar SD," jelasnya, Rabu (22/7/2026).
Menurut Charudin, para pelajar SMKN 36 masuk siang hari atau setelah para pelajar SDN 09 Kalibaru selesai belajar.
Masalah ini sudah sempat di bawa ke dalam rapat dengar pendapat (RDP) DPRD DKI Jakarta beberapa waktu lalu.
Kendati demikian, ia belum mengetahui apa hasil rekomendasi dari DPRD kepada Dinas Pendidikan maupun Sudin Pendidikan Jakarta Utara.
"Berarti satu tahun lebih atau hampir dua tahun ini mereka numpang di SD belajarnya," tandasnya. (m27)