Prabowo Siapkan Motor Listrik Nasional, Padahal Sudah Ada Gesits
GH News July 22, 2026 06:10 PM
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Indonesia sebentar lagi bakal memiliki motor listrik nasional. Padahal, Indonesia punya merek motor nasional yang dikembangkan sendiri oleh anak bangsa, yaitu Gesits.

Prabowo mengatakan dirinya sendiri yang akan meluncurkan motor listrik nasional tersebut. "Sebentar lagi kita sudah punya motor nasional. Saya akan launching beberapa minggu ini motor listrik nasional," ungkap Prabowo baru-baru ini.

Pegiat kendaraan listrik dari Komunitas Sepeda/Motor Listrik Indonesia (Kosmik) Hendro Sutono mengatakan, Indonesia sebenarnya sudah memiliki motor listrik nasional, Gesits. Motor listrik Gesits lahir dari kolaborasi antara PT Garansindo, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), PT Pindad, PT LEN Industri, dan PT WIMA.

"Proyek tersebut bukan sekadar wacana di atas kertas, melainkan wujud nyata dari sinergi historis antara dunia akademik, kepiawaian industri swasta, dan kekuatan negara," kata Hendro dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa (21/7/2026).

Namun, nama Gesits saat ini seolah mengalami mati suri. Menurut Hendro, Gesits saat ini tidak benar-benar hilang dari peredaran, melainkan sedang tertidur pulas di bawah naungan raksasa investasi negara. Sejak akhir 2022, Indonesia Battery Corporation (IBC) telah mengambil alih kepemilikan Gesits.

"Dengan realitas yang ada, mengapa kita harus seolah mendadak mengalami amnesia massal dan bersiap memulai proyek baru dari titik nol? Jika instrumen investasi raksasa sekelas Danantara sudah menggenggam erat ekosistem baterai sekaligus merengkuh merek Gesits, logika investasi yang sehat seharusnya mengarahkan sumber daya negara untuk merevitalisasi apa yang sudah ada. Menghadirkan merek baru tanpa menyelesaikan kendala mendasar yang membuat Gesits tersendat hanya akan berisiko menciptakan inefisiensi anggaran dan pemborosan sumber daya intelektual bangsa," sebut Hendro.

Hendro menilai, publik sejauh ini hanya disuguhi janji peluncuran serta visi bahwa motor listrik tersebut akan menopang mobilitas para petani. Hingga detik ini, wujud, spesifikasi teknis, maupun cetak biru proyek motor listrik garapan baru tersebut masih diselimuti kabut misteri.

"Belum ada pemaparan transparan mengenai arsitektur teknologi yang diusung. Kita belum tahu dari mana sel baterai disuplai, siapa mitra manufakturnya, atau bagaimana skema rantai pasoknya akan dibangun. Pengumuman yang terkesan mendadak tanpa penjabaran teknis yang matang ini justru mengirimkan sinyal kewaspadaan bagi para pengamat dan pelaku industri," kata Hendro.

Menurut Hendro, tantangan membangun industri kendaraan tanpa emisi sebenarnya bukan sekadar seremonial peluncuran produk dan pidato kebanggaan. Membangun industri kendaraan listrik adalah pertarungan maraton dalam membangun ekosistem yang utuh.

"Hal ini mencakup lokalisasi komponen, penguasaan teknologi baterai dasar yang efisien, standardisasi keamanan, hingga perjuangan merebut kepercayaan masyarakat yang sering kali masih pragmatis terkait layanan purnajual," katanya.

Hendro mengatakan, Gesits telah menelan banyak pil pahit dari dinamika pasar yang ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pengalaman mereka dalam berhadapan dengan rantai pasok global, penyesuaian terhadap kebijakan insentif kendaraan listrik yang kerap berubah, dan persaingan harga dengan merek multinasional seharusnya menjadi literatur dan peta jalan yang sangat berharga bagi jalannya pemerintahan saat ini.

"Jika proyek motor listrik nasional yang baru ini hanya diartikan sebagai upaya memotong pita tanpa memecahkan kendala struktural, kita hanya sedang menanti kegagalan berikutnya. Permasalahan industri kita jarang sekali berakar pada ketidakmampuan teknis para insinyur. Kegagalan demi kegagalan dalam membangun industri otomotif lokal sering kali bermuara pada absennya konsistensi kebijakan dan integrasi ekosistem pendukung yang komprehensif," ujar Hendro.

Menurutnya, menghidupkan kembali Gesits sebagai motor listrik nasional seharusnya menjadi opsi yang jauh lebih masuk akal dibandingkan memulai proyek baru dari titik nol. Soalnya, proyek baru akan berisiko memakan biaya serta waktu yang besar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.