Kabakaran Lahan Kosong di Piyungan Bantul, Sumber Api Diduga dari Puntung Rokok
Muhammad Fatoni July 22, 2026 06:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Lahan kosong seluas 2.000 meter persegi di RT 5, Mutihan, Kalurahan Srimartani, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, terbakar pada Rabu (22/7/2026) siang.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengungkapkan kejadian itu diduga dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan hingga mengenai rumput kering dan menimbulkan percikan api.

"Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan. Namun demikian, penyebab pastinya masih didalami berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan," bebernya.

Adapun lahan yang terbakar diketahui milik Honggo Seno (70).

Peristiwa kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materi. 

Kronologi

Lebih lanjut, kata Rita, peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga sekitar pukul 10.00 WIB ketika muncul kepulan asap dari area di samping sebuah gudang yang berbatasan dengan lahan kosong.

"Menurut keterangan para saksi, mereka melihat kepulan asap kemudian langsung menuju lokasi untuk memastikan sumbernya. Setelah dicek, api ternyata sudah membakar rumput kering di lahan kosong tersebut," ujarnya.

Mengetahui kobaran api semakin membesar, warga bersama para saksi segera berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sambil meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.

"Warga bergerak cepat memadamkan api agar tidak meluas. Upaya tersebut berlangsung sekitar satu jam, namun masih terdapat beberapa titik api yang belum sepenuhnya padam sehingga membutuhkan penanganan lanjutan dari petugas Damkar," tutur Rita.

Baca juga: Proyek di Simpang Tiga Piyungan Dilanjutkan, Polres Bantul Terapkan Rekayasa Contraflow

Warga pun ada yang meminta pertolongan kepada petugas Damkar.

Selanjutnya, petugas Pemadam Kebakaran Pos 6 Piyungan tiba di lokasi sekitar pukul 11.45 WIB dengan satu unit armada.

Proses pemadaman dilakukan oleh Damkar Piyungan, dibantu personel Polsek Piyungan dan relawan FPRB Srimartani.

Mereka bersama-sama  melakukan proses pendinginan hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya dalam waktu sekitar 20 menit.

"Api akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas Damkar sehingga tidak sempat merembet ke area lain. Berkat respons cepat warga, relawan, dan petugas, situasi dapat segera dikendalikan," jelasnya.

Imbauan

Atas kejadian tersebut, Rita mengimbau masyarakat untuk dapat meningkatkan kewaspadaan, terutama pada musim kemarau ketika kondisi rumput dan semak kering sangat mudah terbakar.

Masyarakat juga diimbau agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area yang banyak ditumbuhi rumput kering.

Sebab, percikan api dari puntung rokok tersebut dapat membahayakan lingkungan setempat.

"Sedikit percikan api saja dapat memicu kebakaran yang berpotensi membahayakan lingkungan sekitar. Mari bersama-sama menjaga keselamatan dengan lebih peduli terhadap potensi kebakaran di musim kemarau," tandas Rita.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.