Gandeng Pimpinan Perusahaan, Pemkab Pati Dorong Lingkungan Kerja Ramah Keluarga dan Hak Anak
raka f pujangga July 22, 2026 06:57 PM

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Pemerintah Kabupaten Pati mendorong keterlibatan aktif dunia usaha dalam menciptakan lingkungan kerja yang ramah keluarga serta menjamin pemenuhan hak anak. 

Komitmen tersebut ditegaskan dalam pelatihan Konvensi Hak Anak yang digelar selama dua hari, yakni pada 21 dan 22 Juli 2026, di Ruang Joyokusumo Sekretariat Daerah Kabupaten Pati.

Kegiatan ini menghadirkan 25 pemimpin perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari layanan kesehatan, pengolahan pangan, media massa, perbankan, hingga pusat perbelanjaan.

Baca juga: Bupati Kebumen Serahkan Raperpda KLA, Pemenuhan Hak Anak Jadi Konsen

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengajak sektor swasta untuk mengambil peran strategis dalam mendukung kesejahteraan pekerja perempuan sekaligus tumbuh kembang anak. 

Hal ini dinilai krusial karena menjadi salah satu landasan penting dalam penilaian Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).

"Pembangunan KLA tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan komitmen dunia usaha dalam menciptakan lingkungan kerja yang ramah keluarga. Perhatian terhadap kesejahteraan ibu dan anak merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang sehat, berkualitas, dan siap menghadapi tantangan masa depan," ujar Chandra, Rabu (22/7/2026).

Dukungan tersebut dinilai sangat mendesak mengingat mayoritas tenaga kerja di sejumlah perusahaan di Pati adalah perempuan. 

Oleh karena itu, perusahaan didorong untuk menyediakan ruang laktasi, ruang konsultasi, fasilitas ramah anak, serta menjamin hak cuti melahirkan dan menyusui.

Guna menjaga iklim investasi tetap kondusif, Pemkab Pati juga berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha dan mengoptimalkan peran Balai Latihan Kerja demi meningkatkan kompetensi tenaga kerja. 

Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan turut dijadikan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia.

"Pemerintah daerah akan terus menjadi mitra dunia usaha. Kami ingin investasi tumbuh, lapangan kerja bertambah, dan masyarakat Pati memperoleh manfaat sebesar-besarnya," kata Chandra menambahkan.

Hadir sebagai narasumber, inisiator KLA dari Yayasan Setara, Yuli Sulistyanto, mengingatkan pentingnya komitmen bersama dalam pemenuhan hak anak sejak masa kandungan. 

Hak-hak tersebut meliputi hak untuk hidup, memperoleh perawatan kesehatan dan nutrisi, hingga perlindungan dari bahaya fisik maupun psikis.

“Komitmen negara dan dunia usaha untuk anak itu penting. Anak sejak dari kandungan harus dipenuhi hak-haknya mulai dari hak untuk hidup, mendapatkan perawatan kesehatan dan nutrisi, memperoleh perlindungan dari bahaya fisik maupun psikis,” ungkap Yuli pada Rabu (22/7/2026).

Baca juga: Pemkab Batang Bersama UNICEF Dorong Pemahaman Hak Anak Lewat Sosialisasi CRC

Yuli juga memaparkan empat prinsip utama Konvensi Hak Anak, yakni non-diskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, kelangsungan hidup dan tumbuh kembang, serta penghargaan terhadap pendapat anak.

“Empat prinsip hak anak harus diterapkan di dunia usaha seperti pemberian hak izin yang proporsional untuk pekerja ibu-ibu yang sedang memiliki anak kecil di rumah, hak untuk magang bagi pelajar, dan CSR di klaster kesejahteraan keluarga,” jelasnya.

Selama dua hari pelatihan, para pemimpin perusahaan yang hadir tidak hanya menyimak paparan materi, tetapi juga aktif berdiskusi mengenai langkah konkret dalam menghadirkan produk dan layanan bisnis yang ramah anak. (mzk)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.